e-Journal Mahasiswa

Bentuk, Fungsi, Dan Makna Tudung Kepala Pria Pada Busana Adat Perkawinan Masyarakat Gorontalo

NURHAYATI DAWALI

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data akurat mengenai bentuk, fungsi, dan makna tudung kepala pria pada busana adat perkawinan masyarakat Gorontalo. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif yaitu menguraikan secara utuh berbagai objek dari subjek yang diteliti. Subjek penelitian adalah bentuk, fungsi, dan makna tudung payungo dan paluwala. Objek penelitiannya adalah tudung payungo dan tudung paluwala. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara interaktif, melalui tahapan mereduksi data, menyajikan data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa: a) Bentuk tudung payungo meliputi bentuk dasar segi empat, segi tiga, buah bitila, rantai, buah padi dan bulan bintang. Sedangkan pada bentuk tudung paluwala meliputi bentuk segi tiga sama kaki, bulan sabit, daun bitila, ular naga, bunga rose, dan rantai; b) Fungsi tudung payungo dan paluwala selain memiliki fungsi secara umum sebagai tudung kepala pada saat akad nikah dan resepsi pernikahan juga memiliki fungsi seni, fungsi aksesoris, dan fungsi estetika; c) Makna tudung payungo terkandung pada empat warna adat daerah Gorontalo yang disebut tilabatayila yaitu warna merah, kuning, hijau, dan ungu juga pada bagian aksesoris. Sedangkan pada tudung paluwala maknanya pada warna hitam pembungkus tudung, dan juga pada bagian aksesoris; d) Perbedaan dan persamaan tudung payungo dan paluwala terdapat pada bentuk dasar, tambiā€™o, fungsi, dan makna dari setiap tudung payungo dan paluwala.

Kata kunci : Bentuk, Fungsi, Dan Makna Tudung Kepala Pria Payungo dan Paluwala.

View : 124 | Download : 70

Download