e-Journal Langganan

PENGARUH RASIO UDARA PEMBAKARAN ANTARA UDARA PRIMER DAN SEKUNDER TERHADAP EFISIENSI PEMBAKARAN SERAT BUAH SAWIT PADA REAKTOR PEMBAKARAN FIXED-BED

TESIS BAGUS GIRI YUDANTO

Abstrak

Kajian tentang proses pembakaran serat buah kelapa sawit (mesocarp) skala laboratorium telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi rasio persentase udara pembakaran antara udara primer (PA) dan udara sekunder (SA) terhadap kualitas pembakaran serat buah kelapa sawit. Secara berurutan perbandingan udara pembakaran (PA:SA) divariasikan pada rasio (20:80), (35:65), (50:50), (65:35) dan (80:20). Kegiatan eksperimen dilakukan dengan menggunakan reaktor pembakaran fixed-bed. Pengontrolan variasi laju aliran udara pembakaran menggunakan anemometer, pengukuran suhu digunakan thermocouple tipe K, dan pengukuran emisi gas buang digunakan gas analyzer. Hasil karakteristik pembakaran mesocarp dengan metode thermogravimetry (TGA) pada heat flow 5OC/menit menunjukkan bahwa proses pengeringan serat dari kadar air berlangsung hingga suhu 168 OC, proses devolatilisasi pada suhu 298 OC dan pembakaran arang terjadi pada suhu 311 OC. Energi aktivasi proses pembakaran mesocarp sebesar 17 kJ/mol•K dengan nilai faktor pre-eksponensial 9,40 mg/s. Berdasarkan hasil eksperimen diketahui bahwa ada pengaruh cukup signifikan pengaturan jumlah rasio udara pembakaran antara udara primer dan udara sekunder terhadap suhu dan efisiensi pembakaran.

Kata kunci : Rasio udara, udara pembakaran, biomasa, serat, udara primer, udara sekunder

View : 175 | Download : 70

Download