e-Journal Langganan

PENGUKURAN HELMET SEPEDA MOTOR YANG DIKENAI BEBAN IMPAK MENGGUNAKAN METODE JATUH BEBAS

TESIS RAHMAT KARTOLO SIMANJUNTAK

Abstrak

Pengujian terhadap helmet sepeda motor non-standar dibutuhkan untuk mengukur kekuatan helmet tersebut sebagai akibat beban yang diberikan. Pada umumnya kecelakaan lalu lintas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor kecepatan, tetap juga oleh percepatan grafitasi bumi. Oleh karena itu dilakukan kegiatan penelitian untuk mendapatkan dampak beban impak jatuh bebas yang terjadi pada helmet non-standar. Informasi yang diperoleh yang cukup baik mengenai dampak beban impak jatuh bebas terhadap kekuatan helmet kepada pengguna, industri, dan pemerintah. Tujuan penelitian ini ialah untuk membangun alat uji yang baik bagi pengujian kekuatan helmet non-standar akibat beban impak jatuh bebas, mengukur beban maksimum yang terjadi dalam helmet, dan kemampuan penyerapan energi pada helmet tersebut akibat beban impak jatuh bebas tersebut. Peneliti bekerjasama dengan Pusat Riset Impak dan Keretakan Magister Teknik FT-USU telah membangun alat uji tersebut yang dilengkapi dengan sistim data akusisi yang baik. Helmet yang diuji diletakkan pada test rig yang dapat diatur ketinggian jatuhnya. Untuk mengetahui waktu impak, maka pada alat uji dilengkapi dengan 8 buah sensor proximity jenis induktif. Helmet akan jatuh dan menabrak dudukan alas uji yang disebut dengan istilah anvil. Gaya yang dihasilkan akan diukur dengan menggunakan alat sensor pengukuran beban yang disebut dengan loadcell yang diletakkan dibawah anvil. Terdapat empat buah bentuk anvil disesuaikan dengan kondisi kejadian di lapangan, yaitu bentuk plat datar, plat miring, peluru, dan anvil setengah bola. Data akan dipindahkan dari load cell ke suatu sistim data akusisi yang berfungsi untuk merubah bentuk sinyal analog ke bentuk sinyal digital. Akhirnya data akan disimpan dalam PC sebagai gaya (N) dan waktu (ms). Hasil percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa alat yang telah dibangun dapat berfungsi dengan baik terbukti dari hasil pembacaan yang diterima. Besarnya tegangan maksimum yang terjadi pada masing-masing anvil ialah: anvil plat datar 2,465 kPa, anvil jenis plat miring sebesar 8,358 kPa, anvil peluru sebesar 984,70 kPa, dan pada anvil setengah bola 5,284 kPa yang dilakukan pada ketinggian yang sama, yaitu 0,75 m. Sedangkan energi terkecil yang menyebabkan helmet rusak terdapat pada jenis anvil peluru, yaitu sebesar 3,24 J pada ketinggian 0,3 m.

Kata kunci : Helmet non-standar, beban impak jatuh bebas, sistim DAQ, anvil

View : 176 | Download : 70

Download