e-Journal Langganan

RANCANG BANGUN LEMARI PENDINGIN TANPA LISTRIK UNTUK MENDINGINKAN SAYUR - SAYURAN DAN BUAH - BUAHAN DENGAN MENGGUNAKAN AIR MELALUI PIPA KAPILER SEBAGAI REFRIJERAN

GOMGOM RINALDY SIDABUTAR

Abstrak

Hasil pertanian di Indonesia sangat banyak dan bervariasi. Hasil pertanian itu mengalami pengolahan paska panen, seperti pengawetan. Mayoritas konsumen tidak langsung mengkonsumsi hasil pertanian. Pengawetan hasil pertanian biasanya dilakukan masyarakat dengan menyimpannya di dalam lemari pendingin. Lemari pendingin atau sering disebut kulkas memerlukan daya listrik yang cukup besar, sedangkan Indonesia masih mengalami krisis pasokan listrik. Hal tersebut dapat diatasi dengan tetap menggunakan lemari pendingin tetapi tidak menggunakan listrik. Lemari pendingin tanpa listrik adalah teknik pendinginan yang dapat mendinginkan ruangan lemari tanpa memerlukan tenaga listrik. Ada berbagai jenis teknik pendinginan tanpa listrik seperti mesin pendingin absorbsi dan mesin pendingin tanpa listrik tanpa refrijeran. Lemari pendingin tanpa listrik dengan menggunakan air sebagai pengganti refrigeran adalah teknik pendinginan yang menggunakan air sebagai pendingin. Air dialirkan melalui pipa kapiler seperti penggunaan refrijeran lainnya di evaporator. Kain goni digunakan untuk menahan kelembaban udara lemari pendingin dari uap air yang dikonveksikan dari pipa tembaga yang diletakkan di sisi kiri dan kanan dinding lemari pendingin. Panas dari benda dalam lemari pendingin dan udara luar ini disebut sebagai beban pendingin. Lemari pendingin tanpa listrik mampu menurunkan suhu hingga 60C sehingga mampu menyimpan buah dan sayur setidaknya 3 hari paska panen.

Kata kunci : Lemari pendingin, air, refrijeran, pipa kapiler, kain goni

View : 156 | Download : 70

Download