e-Journal Langganan

STUDI PERLAKUAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PEMBUATAN KOMPOSIT POLIMER BUSA SERTA ANALISA HASIL UJI TEKAN STATIK

DANIEL SIANTURI

Abstrak

Kajian eksperimen ini melaporkan proses pelayanan serat tandan kosong kelapa sawit dan pembuatan spesimen komposit polimer busa diikuti uji tekan. Permasalahan pemanfaatan polimer busa yang dibuat dari polyurethane sebagai produk yang mampu menahan beban tekan masih terbatas jumlahnya. Untuk meningkatkan kekuatan polimer busa ,maka di dalam penelitian ini polyurethane sebagai bahan pembentuk busa diformulasikan dengan beberapa material tambahan yaitu serat tandan kosong kelapa sawit. Penulis melakukan penyelidikan respon busa polimer yang diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit akibat beban tekan statik secara eksperimen.Tujuan kajian untuk memperoleh respon tegangan tekan, regangan, modulus elastisitas, dan mode kerusakan. Pembuatan spesimen komposit polimer busa dibuat menggunakan metode hand lay up yang terdiri dari bahan matriks poliuretan diperkuat serat tandan kosong kelapa sawit. Matrik poliuretan dibuat dari campuran poliol dan resin isosianat, resin BTQN 157 Ex, serta katalis MEKPO. Proses pelayanan serat dimulai dari persiapan tandan kosong kelapa sawit, penumbukan tandan kosong bagi penyiapan serat, perendaman serat, pengeringan serat, penimbangan serat pasca pengeringan serta pencacahan serat. Bentuk spesimen uji dibuat berbentuk silinder sesuai standar ASTM D1621-00. Jumlah spesimen uji 15 buah yang dibuat dalam 5 variasi komposisi, yaitu C1,C2,C3,C4,C5 dimana tiap variasi terdiri dari 3 spesimen. Uji mekanik dilakukan menggunakan metoda uji tekan statik pada mesin uji Servo Pulser. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk variasi 1 tegangan tekan maksimum (σmaks) sebesar 0,77 kgf/mm2, regangan (ε) sebesar 0,38 , modulus elastisitas (E) sebesar 2,02 kgf/mm2. Variasi yang terbaik terdapat pada spesimen uji C 2-1 dengan tegangan tekan maksimum (σmaks) sebesar 0,67 kgf/mm2, regangan (ε) sebesar 0,25 , modulus elastisitas (E) sebesar 2,68 kgf/mm2. Mode kerusakan adalah terbentuknya rongga-rongga sehingga mempengaruhi batas tegangan elastis, tegangan maksimum (σmaks) dan regangan (ε) yang dicapai untuk patah. Kesimpulan kajian adalah mode kegagalan komposit polimer busa berbeda-beda pada setiap variasi komposisi, hal ini memberi informasi bahwa karakteristik material komposit polimer busa akibat proses pencamuran yang tidak merata sehingga terbentuk rongga rongga yang mempengaruhi hasil uji.

Kata kunci : Serat TKKS,NaOH, komposit, busa polimer, uji tekan statik aksial.

View : 177 | Download : 70

Download