Berita

EduArt Award 2020 Ajang Penghargaan Kreativitas Mahasiswa se Indonesia

Administrator | 23 Oktober 2020 | 20:20:03

Selepas gelaran tahun 2019 EduArt Award Piala Rektor UNG dan pameran mahasiswa yang diselenggarakan oleh Jurusan Seni Rupa bersama HMJ Nirmana, berkolaborasi dengan Huntu Art Distrik pada program Maa Ledungga # 2. Program perdana tersebut menjadi sebuah ajang Kompetisi Mural se Gorontalo. Pada tahun ini, dengan kolaborasi bersama Gurat Institute kini cakupan EduArt Award 2020 Art Award berskala Nasional, yang melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia. 

Program ini menjaring peserta dengan sistem seleksi terbuka dibuka sejak bulan Juni sampai Juli 2020. Terdapat 120an mahasiswa seni rupa lintas kampus dari berbagaii Institusi  Pendidikan Tinggi (Seni) se-Indonesia, mengirimkan proposal karyanya. Dari keseluruhan peserta, dipilih oleh dewan kurator nasional I Wayan Seriyoga Parta dan Made Susanta Dwitanaya. Sehingga yang lolos seleksi berjumlah 61 Orang dari 17 Kampus Seni dari seluruh Indonesia. 

GI_Arscademia seri yang pertama ini akan mengambil tema: Dunia Esok Hari. Tema ini merupakan sebuah ajakan untuk para generasi muda (mahasiswa seni rupa) untuk membangun visi yang optimistik, dalam memproyeksikan  kehidupan dan dunia yang pasti lebih baik yang penuh dengan harapan di tengah bayang-bayang berbagai krisis yang akan melanda dunia, sebagai dampak pandemi yang berkepanjangan ini, demikian ungkap Made Susanta.

Dalam kesempatan pertama ini, Gurat Institute menjalin kerjasama dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui HMJ Nirmana, Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik. Mengembangkan EduArt Award dari berskala lokal menjadi berskala nasional. Menurut Seriyoga Parta. program kolaboratif ini terjalin atas kebijaksanaan Rektor UNG melalui dukungan Dekan Fakultas Teknik, dan didampingi oleh Wakil Dekan 3 bersama Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain. Kami senantiasa mendukung program kolaboratif ini, yang sekaligus memberi pendampingan pada HMJ Nirmana untuk mengembangkan penyelenggaraan EduArt (Education and Art of UNG) menjadi berskala nasional, ungkap Tajuddin Abdilah, ST, M.Cs, (Wakil Deka III Fakultas Teknik)

Menurut Dr. Sardi Salim, M.Pd Dekan Fakultas Teknik, seiring dengan visi Unggul dan Berdaya Saing di masa revolusi TI 4.0, platform digital virtualitas dunia maya yang berbasis jaringan internet tanpa batas. Gorontalo dan UNG menurut kami adalah kampus pendidikan yang punya misi dan visi besar yang selaras dengan gerak zaman seiring menjadikan segenap civitas akademika terutama mahasiswa memiliki daya saing ditingkat nasional dan internasional.

Dari seluruh pengajuan terdapat 61 Karya-karya mahasiswa yang lolos seleksi, kemudian dipilih 5 karya terbaik oleh dewan kurator yang dipimpin oleh Dr. I Wayan Sudana, M.Sn (Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain, FT. UNG, untuk mendapatkan EduArt Award Piala Rektor UNG. Adapun pemenanganya adalah, Catur Agung Nugroho (ISI Yogyakarta), Komang Wastra (Universitas Negeri Gorontalo), Kadek Joning Prayoga (Undiksha Bali), Mohammad. Kholilur Rahman (ISI Yogyakarta), dan Selviana Purnama Putri (Universitas Negeri Makassar).

Dalam sambutanya Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Eduart Wolok, ST, MT, IMP, menyambut gembira program EduArt Award 2020 berskala nasional yang melibatkan mahasiswa seni rupa lintas kampus dari berbasi Institusi  Pendidikan Tinggi (Seni) se-Indonesia. Mulai dari kampus penyelenggara pendidikan seni vokasi seperti Institut Seni Indonesia, Universitas-universitas penyelenggara Pendidikan Seni Rupa baik PTN dan Swasta. Dan yang membanggakan kita ternyata mahasiswa Seni Rupa UNG yang bernama I Komang Wastra, menjadi salah satu pemenang EduArt Award. Hal ini menandakan mahasiswa UNG memiliki potensi yang sama dan tidak kalah bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa Seni dari berbagai Kampus seni di Indonesia. Pancapaian tersebut sejalan dengan visi UNG “Unggul dan Berdaya Saing” disampaikan Rektor UNG dengan sumbringah.

Kembali ditegaskan Dr. Eduart Wolok, EduArt Award kali ini terasa spesial dan istimewa karena penyelenggaraan pameran secara virtual yang mengangkat setting alam bawah laut Teluk Tomini. Sejalan dengan program UNG yang memfokuskan pada konservasi dan pengembangan Teluk Tomini, ini merupakan kolaborasi yang luar biasa karena dari berbagai aspek termasuk aspek seni ternyata begitu menjanjikan sebagai sorga bawah laut yang ada di republik ini, demikian pungkasnya.