Berita

  • Jurusan Teknik Industri

Cumi-in: Inovasi Jurusan Teknik Industri Angkat Potensi Bahari Desa Bukit Hijau

  • 01 November 2025
  • 6 Views
  • By Admin
image

Gorontalo – Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik UNG kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan ekonomi lokal melalui program pengabdian di Desa Bukit Hijau, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango. Program inovatif ini berhasil menciptakan produk olahan cumi-cumi "Cumi-in" yang berdaya saing, memberdayakan masyarakat pesisir, dan mengimplementasikan konsep ekonomi biru.

Mengubah Potensi Laut Menjadi Peluang Ekonomi

Desa Bukit Hijau, dengan kekayaan sumber daya lautnya, khususnya cumi-cumi, memiliki potensi ekonomi yang besar namun belum tergarap maksimal. Masyarakat masih menghadapi kendala dalam teknik pengolahan yang higienis, efisien, serta keterbatasan dalam desain kemasan dan strategi pemasaran. Hal ini mengakibatkan rendahnya nilai tambah produk dan pendapatan masyarakat yang belum optimal.

Tim Pengabdian dari Jurusan Teknik Industri, yang diketuai oleh Esta Larosa, M.Pd., berfokus pada peningkatan nilai tambah cumi-cumi yang melimpah di desa tersebut. Sebelumnya, masyarakat menghadapi tantangan dalam pengolahan higienis, pengemasan, dan pemasaran produk laut mereka.

Melalui serangkaian pelatihan komprehensif, tim telah membekali masyarakat dengan keterampilan penting:

  • ·       Teknik Pengolahan Cumi-cumi Higienis: Pemanfaatan alat modern seperti spinner dan vacuum sealer untuk memastikan kualitas dan daya tahan produk.
  • ·       Desain Kemasan dan Branding: Pengembangan logo dan label "Cumi-in" yang menarik, memberikan identitas kuat bagi produk lokal.
  • ·       Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital: Pelatihan pencatatan keuangan dan strategi pemasaran melalui platform digital, membuka akses pasar yang lebih luas.

Pendekatan Partisipatif dan Edukatif Hasilkan Produk Inovatif

Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif, edukatif, dan aplikatif, melibatkan dosen, mahasiswa, dan kelompok masyarakat secara langsung. Serangkaian kegiatan utama mencakup:

         Pelatihan Teknis Pengolahan Cumi-cumi Higienis: Masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam teknik pengolahan cumi yang memenuhi standar pangan, mulai dari pembersihan, perebusan, pengeringan, hingga pengemasan yang tepat. Pengenalan teknologi tepat guna seperti spinner pengering minyak, vacuum sealer, dan sealer press juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan daya tahan produk.

         Pelatihan Desain Kemasan dan Branding Produk: Pendampingan dalam pembuatan desain logo dan label "Cumi-in" yang modern dan menarik, dengan identitas khas pesisir Desa Bukit Hijau. Hal ini krusial untuk menarik minat konsumen dan memperkuat identitas merek.

         Pendampingan Manajemen Usaha dan Pemasaran Digital: Pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengelolaan stok, dan strategi pemasaran digital melalui platform seperti WhatsApp Business, Instagram, Shopee, dan TikTok. Bantuan fasilitasi pengurusan legalitas usaha (PIRT, sertifikasi halal, dan merek dagang) juga diberikan untuk menembus pasar yang lebih luas.

Hasil dari program ini sangat membanggakan. Masyarakat Desa Bukit Hijau kini memiliki kemampuan signifikan dalam mengolah hasil laut, pengemasan, serta pemasaran digital. Produk olahan cumi-cumi bermerek "Cumi-in" berhasil dikembangkan dengan kemasan botol modern yang ditutup alumunium foil vacuum, lengkap dengan logo khas sambal cumi yang menarik.

Fakultas Teknik UNG terus berkomitmen dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan harapan setiap inovasi menjadi lokomotif ekonomi biru dan inspirasi bagi pengembangan potensi lokal lainnya. Fakultas Teknik UNG juga akan terus berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memfasilitasi legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan jaringan pemasaran produk "Cumi-in", agar dapat menembus pasar regional hingga nasional.