Transformasi digital di lingkungan sekolah kembali menjadi fokus kontribusi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMPN 2 Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Melalui program bertema “Sosialisasi dan Pelatihan SIPINTER (Sistem Portal Informasi Terintegrasi) Berbasis ITIL 5 Domain,” mahasiswa menghadirkan sebuah sistem berbasis web yang dirancang untuk mendukung digitalisasi layanan administrasi, informasi sekolah, serta pengelolaan layanan teknologi informasi secara lebih modern, tertib, dan terintegrasi.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di SMPN 2 Telaga dan menjadi bagian dari implementasi kemampuan mahasiswa Sistem Informasi dalam menjawab kebutuhan nyata dunia pendidikan melalui solusi teknologi yang aplikatif.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi administrasi sekolah yang sebelumnya masih dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan absensi siswa dan guru, penyampaian informasi sekolah, hingga penanganan gangguan jaringan internet. Proses yang masih bergantung pada dokumen fisik dan media sosial tidak resmi dinilai menimbulkan berbagai kendala, seperti ketidakakuratan data kehadiran, lambatnya penyebaran informasi resmi sekolah, serta tidak adanya standar penanganan gangguan jaringan yang terdokumentasi dengan baik.
Menjawab kebutuhan tersebut, tim mahasiswa mengembangkan SIPINTER sebagai portal sekolah terintegrasi yang memungkinkan seluruh pengguna, mulai dari guru, wali kelas, operator sekolah, kepala sekolah, hingga staf tata usaha dapat mengakses dan mengelola layanan administrasi secara digital dalam satu sistem.
Melalui sistem ini, guru dapat melakukan absensi siswa menggunakan QR Code maupun input manual, sementara absensi guru dilakukan berbasis validasi lokasi GPS untuk meningkatkan integritas data kehadiran. Kepala sekolah juga dapat memantau seluruh aktivitas administrasi secara real-time melalui dashboard terpusat yang dikelola operator sekolah.
Selain layanan administrasi, SIPINTER juga menghadirkan portal informasi publik sekolah yang memuat profil sekolah, visi dan misi, prestasi, galeri kegiatan, serta pengumuman resmi yang dapat diakses masyarakat secara daring tanpa perlu login. Sistem ini turut dilengkapi fitur pengajuan izin guru secara digital serta layanan penanganan gangguan jaringan internet yang terhubung langsung dengan vendor penyedia layanan melalui integrasi WhatsApp.
Menariknya, pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan framework Information Technology Infrastructure Library (ITIL) Service Lifecycle yang mencakup lima domain utama, yaitu Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation, dan Continual Service Improvement. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana mahasiswa Sistem Informasi UNG telah dibekali kemampuan pengembangan sistem yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis, tetapi juga pada tata kelola layanan teknologi informasi yang terstruktur dan berstandar.
Sebelum implementasi dilakukan, tim mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan observasi lapangan, wawancara bersama kepala sekolah, guru, dan operator, serta studi dokumentasi terhadap sistem administrasi yang berjalan di sekolah. Sistem yang telah dikembangkan kemudian diuji menggunakan metode Black Box Testing dan User Acceptance Testing (UAT) berbasis System Usability Scale (SUS).
Hasil pengujian menunjukkan skor rata-rata sebesar 80,4 dengan kategori Good, yang menandakan bahwa sistem memiliki tingkat kemudahan penggunaan yang baik dan dapat diterima oleh pengguna sekolah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan intensif kepada seluruh pengguna sistem sesuai peran masing-masing. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh peserta mampu memahami dan mengoperasikan fitur-fitur utama aplikasi dengan baik.
Implementasi SIPINTER juga memberikan dampak nyata terhadap efektivitas layanan administrasi sekolah. Waktu rekap absensi yang sebelumnya memerlukan 8 hingga 10 menit kini dapat dilakukan hanya dalam 1 hingga 2 menit. Penyampaian informasi sekolah menjadi lebih cepat dan real-time, sementara proses penanganan gangguan jaringan menjadi lebih tertata karena telah memiliki panduan teknis yang terdokumentasi dalam sistem.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Teknik UNG kembali menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadirkan solusi digital yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya dibekali kemampuan pengembangan aplikasi, mahasiswa juga dilatih memahami kebutuhan stakeholder, melakukan analisis sistem, hingga memastikan implementasi teknologi dapat berjalan secara berkelanjutan di lingkungan pengguna.