GORONTALO — Prestasi kembali diraih dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melalui program pengabdian kepada masyarakat. Dr. Mohammad Yusuf Tuloli, S.T., M.T. bersama tim berhasil memperoleh pendanaan Program AKSARA Mahasiswa Skema Mahasiswa Berdampak AKSARA Peduli Tahun Anggaran 2026.
Program yang memperoleh pendanaan tersebut mengangkat tema “Kampung Biofarmaka Huangobotu: Integrasi Penataan Pekarangan Produktif, Permukiman Sehat, dan Inovasi Produk Herbal untuk Penguatan Ekonomi Masyarakat.” Gagasan ini memadukan pendekatan penataan lingkungan, pemanfaatan pekarangan, kesehatan permukiman, serta pengembangan potensi tanaman herbal menjadi produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Keberhasilan memperoleh pendanaan menunjukkan bahwa kepakaran di lingkungan Fakultas Teknik UNG dapat dikembangkan tidak hanya dalam konteks akademik, tetapi juga menjadi solusi yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui program ini, pendekatan teknis terhadap penataan ruang dan lingkungan permukiman dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Konsep Kampung Biofarmaka Huangobotu diarahkan pada pemanfaatan pekarangan sebagai ruang produktif yang dapat mendukung kualitas lingkungan permukiman sekaligus menjadi sumber tanaman biofarmaka. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk melihat pekarangan tidak hanya sebagai ruang sisa, tetapi sebagai bagian dari lingkungan hunian yang dapat dikelola secara sehat dan produktif.
Program ini juga membawa dimensi pengembangan produk herbal. Tanaman yang dibudidayakan di lingkungan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada tahap penanaman, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Dengan demikian, penataan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi ditempatkan dalam satu rangkaian kegiatan yang saling berkaitan.
Keterlibatan mahasiswa melalui skema Mahasiswa Berdampak menjadi bagian penting dari pelaksanaan program. Mahasiswa memperoleh ruang untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajari di perguruan tinggi sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam proses identifikasi kebutuhan, pendampingan, penerapan solusi, dan pengembangan kegiatan di lapangan.
Bagi Fakultas Teknik UNG, pendanaan program ini memperlihatkan semakin luasnya kontribusi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian yang berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat. Program tersebut juga menjadi contoh bagaimana pendekatan keilmuan dapat diintegrasikan dengan pemberdayaan sehingga hasil kegiatan tidak hanya berorientasi pada luaran akademik, tetapi juga memiliki potensi memberikan dampak sosial dan ekonomi.
Keberhasilan Dr. Mohammad Yusuf Tuloli bersama tim memperoleh pendanaan Program AKSARA Mahasiswa 2026 diharapkan menjadi pemantik bagi sivitas akademika Fakultas Teknik UNG untuk terus mengembangkan kegiatan pengabdian yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan potensi daerah. Melalui Kampung Biofarmaka Huangobotu, Fakultas Teknik UNG kembali memperkuat perannya dalam menghadirkan keilmuan yang dapat diterapkan untuk mendukung kualitas permukiman sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.