Informasi

  • Fakultas Teknik

Dosen Program Profesi Insinyur FT UNG Terlibat dalam Studi Kelayakan Simpang Lima, Beri Masukan untuk Penanganan Lalu Lintas Gorontalo

  • 21 Agustus 2026
  • 76 Views
  • By Admin
image

Gorontalo – Kapabilitas akademisi Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo kembali mendapat ruang dalam pembahasan persoalan strategis pembangunan daerah. Dua dosen Fakultas Teknik UNG dilibatkan sebagai bagian dari Tim Teknis dalam penyusunan Studi Kelayakan Simpang Lima Kota Gorontalo, yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas PUPR PKP Provinsi Gorontalo.

Keterlibatan tersebut berlangsung dalam Focus Group Discussion (FGD) pembahasan Studi Kelayakan Simpang Lima Kota Gorontalo yang dilaksanakan pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ruang Rapat Dinas PUPR PKP Provinsi Gorontalo. Forum ini menjadi bagian dari tahapan untuk mencermati berbagai aspek teknis sebelum menghasilkan rekomendasi penanganan kawasan Simpang Lima.

Dua akademisi Fakultas Teknik UNG yang terlibat adalah Dr. Ir. Yuliyanti Kadir, S.T., M.T., IPM. dan Dr. Ir. Anton Kaharu, S.T., M.T., IPM., yang merupakan dosen Program Profesi Insinyur Fakultas Teknik UNG. Keduanya menjadi bagian dari Tim Teknis yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas PUPR PKP Provinsi Gorontalo Nomor 021 1/KPTS/PUPR PKP/2979/VIII/2026.

Tim Teknis diketuai oleh Dr. Ir. H. M. Djamal Ngandro, S.T., M.Si. dari unsur Asisten II dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Selain akademisi, pembahasan menghadirkan unsur Dinas Perhubungan, PUPR Provinsi Gorontalo, PUPR Kota Gorontalo, PUPR Kabupaten Gorontalo, Kepolisian, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Gorontalo.

Kehadiran akademisi dalam tim tersebut tidak sekadar melengkapi unsur pemangku kepentingan. Kepakaran dari perguruan tinggi dibutuhkan untuk memberikan telaah terhadap aspek teknis, metodologi analisis, proyeksi kebutuhan lalu lintas, hingga kelayakan berbagai alternatif penanganan Simpang Lima. Tim juga memiliki tugas memberikan masukan, koreksi, dan rekomendasi teknis pada berbagai tahapan penyusunan dokumen studi kelayakan.

Dalam pembahasan, salah satu perhatian diarahkan pada pentingnya melihat persoalan Simpang Lima sebagai bagian dari jaringan transportasi yang lebih luas. Kajian dinilai tidak cukup apabila hanya mengukur kondisi pada satu titik simpang. Kinerja simpang lain di sekitarnya juga perlu diperhitungkan karena perubahan pola pergerakan pada Simpang Lima berpotensi mengalihkan arus dan memindahkan titik kemacetan ke lokasi lainnya.

Kajian juga didorong untuk memperhitungkan rencana pengembangan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) Segmen III. Infrastruktur tersebut berpotensi mengubah pola perjalanan dan distribusi kendaraan, termasuk kendaraan menerus yang saat ini menggunakan kawasan Simpang Lima. Karena itu, proyeksi lalu lintas perlu melihat skenario kondisi jaringan ketika GORR Segmen III beroperasi maupun ketika belum beroperasi.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kebutuhan data pergerakan kendaraan yang lebih rinci. Data turning movement pada seluruh lengan simpang, pola arus menerus dan lalu lintas lokal, tingkat kejenuhan, tundaan, hingga panjang antrean diperlukan agar alternatif yang dipilih benar benar menjawab kondisi aktual di lapangan.

Pembahasan tidak serta merta menempatkan pembangunan flyover sebagai satu satunya solusi. Studi kelayakan diarahkan untuk membandingkan secara objektif skenario Do Nothing, Do Minimum, dan Do Something. Alternatif flyover perlu dinilai bersama pilihan penanganan lainnya berdasarkan manfaat teknis yang dapat diukur, terutama terhadap kapasitas jalan, pengurangan tundaan dan antrean, serta peningkatan kinerja jaringan secara keseluruhan.

Keterlibatan dosen Fakultas Teknik UNG dalam kajian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana keilmuan Teknik Sipil dapat berkontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan infrastruktur dan transportasi daerah. Kompetensi yang dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, dan praktik keinsinyuran dapat menjadi basis ilmiah dalam membantu pemerintah menentukan pilihan pembangunan yang tepat.

Bagi Fakultas Teknik UNG, kepercayaan untuk menempatkan akademisinya dalam Tim Teknis juga memperkuat posisi fakultas sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa sumber daya dosen yang dimiliki tidak hanya menjalankan aktivitas akademik di kampus, tetapi memiliki kapasitas profesional untuk memberikan analisis dan pertimbangan pada pekerjaan keteknikan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, instansi teknis, aparat kepolisian, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, Studi Kelayakan Simpang Lima Kota Gorontalo diharapkan menghasilkan rekomendasi yang layak secara teknis sekaligus terintegrasi dengan arah pengembangan jaringan jalan dan kebutuhan transportasi Gorontalo pada masa mendatang.