Informasi

  • Fakultas Teknik

Eksplorasi Tenun Bali untuk Dataset Budaya Digital, Tim Fakultas Teknik UNG Laksanakan Penelitian RIIM Ekspedisi BRIN-LPDP

  • 15 Juni 2026
  • 118 Views
  • By Admin
image

Tim peneliti Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo tengah melaksanakan kegiatan penelitian lapangan di Provinsi Bali sebagai bagian dari program RIIM Ekspedisi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan dan dokumentasi motif tradisional Nusantara yang akan menjadi fondasi pengembangan dataset visual berbasis teknologi digital.

Penelitian dipimpin oleh Dr. Mukhlisulfatih Latief, S.Kom., M.T. dengan melibatkan tim multidisiplin yang seluruh anggotanya berasal dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Kolaborasi tersebut mempertemukan keahlian dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Pendidikan Seni Rupa, dan Sistem Informasi dalam satu tim riset yang berfokus pada dokumentasi, analisis, dan pelestarian motif tradisional melalui pendekatan teknologi.

Kegiatan penelitian di Bali dimulai pada 13 Juni 2026 dengan mengunjungi sejumlah sentra industri kain dan tenun yang menjadi bagian penting dari ekosistem budaya lokal. Tim melakukan observasi dan pengumpulan data di beberapa lokasi, di antaranya Pertenunan Seroja dan Tony Arka Gallery yang dikenal sebagai pusat produksi serta pengembangan berbagai motif kain tradisional Bali.

Pada tahap ini, peneliti mendokumentasikan ragam motif, teknik produksi, filosofi visual, hingga proses pewarisan pengetahuan yang berlangsung di lingkungan perajin. Data yang diperoleh tidak hanya berupa dokumentasi visual, tetapi juga informasi kontekstual mengenai makna budaya yang terkandung dalam setiap motif.

Memasuki hari kedua, kegiatan penelitian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah desa perajin yang selama ini menjadi pusat pelestarian tenun tradisional Bali. Lokasi yang dikunjungi meliputi Desa Klungkung, Desa Sidemen, dan Desa Tenganan yang dikenal luas sebagai penghasil kain tenun khas Bali, termasuk tenun Gringsing yang memiliki nilai historis dan budaya yang sangat tinggi.

Melalui interaksi langsung dengan para perajin, tim memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik motif, teknik pewarnaan tradisional, proses produksi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut di tengah perkembangan zaman.

Kunjungan Tim ke Prodi Desain & Fashion ISI Bali

Pada hari ketiga, tim melanjutkan penelitian ke Institut Seni Indonesia (ISI) Bali untuk melakukan diskusi dan validasi hasil temuan lapangan bersama akademisi yang memiliki kompetensi di bidang seni, budaya, dan tekstil tradisional. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa data yang dikumpulkan tidak hanya akurat secara visual, tetapi juga memiliki landasan akademik yang kuat dari perspektif keilmuan seni dan budaya.

Menurut ketua tim penelitian, Dr. Mukhlisulfatih Latief, kegiatan eksplorasi lapangan menjadi tahapan krusial dalam membangun dataset budaya yang berkualitas. Dokumentasi motif tradisional tidak hanya berfungsi sebagai arsip budaya, tetapi juga menjadi sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengembangan teknologi, termasuk penelitian di bidang pengolahan citra digital, kecerdasan buatan, dan pelestarian budaya berbasis teknologi informasi.

Penelitian RIIM Ekspedisi di Bali dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juni 2026. Selama periode tersebut, tim akan terus melakukan pengumpulan data di berbagai lokasi untuk memperkaya variasi motif yang menjadi objek penelitian.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan bagaimana teknologi dapat berperan dalam menjaga dan mendokumentasikan kekayaan budaya bangsa. Kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan seni yang terbangun dalam penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan dataset visual yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pelestarian motif tradisional Indonesia agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.