Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ke-3 dalam rangka finalisasi perencanaan pembangunan RSUD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara diselenggarakan di Hotel Damhil Gorontalo pada Jum’at, 21 November 2025. Acara ini menghadirkan unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Pimpinan Fakultas, Pimpinan Jurusan Teknik Arsitektur, Tim Perencana dan Tenaga Ahli dari Universitas Negeri Gorontalo, Perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI serta beberapa Dosen di Program Studi Teknik Arsitektur.

Pada sesi pembukaan, Bupati Bolaang Mongondow Utara, Dr. Sirajudin Lasena, S.E., M.Ec.Dev., memberikan sambutan sekaligus mengapresiasi besarnya antusiasme masyarakat menyambut kapan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan Gedung PHTC RSUD Bolaang Mongondow Utara. Beliau berharap agar kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan Universitas Negeri Gorontalo terus terbina dengan baik, mengingat proyek ini merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat.
Perwakilan Direktorat Kementerian Kesehatan RI Selaku PPK Pekerjaan Basic Design Program Quick Win PHTC, Bapak Fajar Agung Nugroho, S.H., turut menyampaikan bahwa pembangunan fisik RSUD direncanakan dimulai pada bulan Desember dan akan dipantau langsung oleh Kementerian Kesehatan RI. Pemantauan ini ditujukan untuk memastikan standar teknis dan kualitas pembangunan tercapai sesuai pedoman nasional.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Teknik UNG, Prof. Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU., ASEAN.Eng., yang juga hadir sebagai Pinpinan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan FGD ke-3. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa proses Basic Design Pembangunan RSUD dibuat oleh Pusat Studi Arsitektur Lingkungan dan Binaan dibawah naungan Fakultas Teknik UNG. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara atas kepercayaan yang diberikan kepada Fakultas Teknik UNG dalam merancang pembangunan rumah sakit ini.
Pada sesi pemaparan teknis, Ar. Arlan Kaharu, S.T., M.Ars., IAI., sebagai Tenaga Ahli Arsitektur dari tim perancang mempresentasikan konsep desain RSUD yang telah disusun. Dalam presentasinya, ia menekankan bahwa perencanaan tetap mempertahankan kondisi eksisting site agar karakteristik lahan tetap menjadi pertimbangan utama dalam perancangan.
Memasuki sesi diskusi, Bupati Dr. Sirajudin Lasena, S.E., M.Ec.Dev., memberikan beberapa masukan penting. Beliau menyoroti perlunya penyesuaian fasad bangunan agar lebih mencerminkan ciri khas daerah Bolaang Mongondow Utara, termasuk penambahan elemen kearifan lokal. Bupati juga memberikan arahan terkait penataan block plan agar pemanfaatan lahan lebih optimal dan tidak ada area yang terbuang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Dr. Ali Dumbela, S.KM., M.Kes., menanggapi masukan tersebut dengan memaparkan beberapa keunggulan dari desain RSUD. Ia menjelaskan bahwa rumah sakit ini dirancang mampu mewadahi pelayanan khusus seperti kanker, jantung, dan paru-paru. Selain itu, ia menyoroti keunggulan desain eksterior–interior serta keteraturan alur sirkulasi utama dari pintu masuk hingga pintu keluar, yang dirancang untuk menghindari perpotongan jalur yang dapat mengganggu operasional. Sekda juga mengingatkan Kabid Cipta Karya untuk memastikan penyediaan sumber air dalam di area pembangunan.
Selanjutnya, masukan juga diberikan terkait penataan landscape agar beberapa item tambahan dapat dimasukkan ke dalam perhitungan RAB. Terkait hal ini, Ketua Pusat Studi Arsitektur Lingkungan dan Binaan, Ibu Nur Mutmainnah, S.T., M.Ars., menjelaskan bahwa seluruh elemen desain mulai dari interior hingga landscape telah diperhitungkan dengan detail dan dimasukkan dalam RAB pembangunan.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Bolaang Mongondow, Bapak Abdul Jalil Pandialang, S.T., menambahkan masukan terkait layout eksisting dengan mendorong pemanfaatan lahan tersisa agar tidak ada area yang terbengkalai. Beliau juga menekankan pentingnya penambahan unsur kearifan lokal pada bagian atap bangunan serta pemisahan jalur lift untuk pasien, pengunjung, dan karyawan rumah sakit demi efisiensi dan keselamatan operasional.
Tenaga ahli yang hadir juga memberikan beberapa rekomendasi teknis, antara lain:
· Ramp tidak dapat disatukan dengan gedung utama demi keamanan dan standar struktur.
· Seluruh elemen bangunan yang bersinggungan dengan air harus menggunakan beton STC untuk memastikan ketahanan material.
· Area landscape disarankan menggunakan material perkerasan non-tumbuhan seperti paving agar lebih mudah dirawat dan tahan lama.

Selain itu, peserta diskusi juga membahas perbedaan antara rumah sakit pemerintah dan swasta, khususnya terkait adaptasi masyarakat terhadap fasilitas seperti lift yang belum sepenuhnya umum di lingkungan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Harapannya, pembangunan RSUD ini dapat menjadi fasilitas pelayanan kesehatan unggulan yang mampu menjawab seluruh kebutuhan dan keluhan masyarakat secara komprehensif.
FGD ke-3 ini diakhiri dengan penegasan bahwa seluruh masukan dari peserta akan menjadi bahan penyempurnaan desain akhir sebelum konstruksi dimulai, sehingga RSUD Bolaang Mongondow Utara dapat berdiri sebagai fasilitas kesehatan modern yang tetap menjaga identitas lokal dan menjawab kebutuhan daerah.