Kegiatan akademik di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo tidak hanya diarahkan untuk memenuhi capaian studi mahasiswa, tetapi juga dirancang agar relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Hal ini tercermin dalam pemaparan proposal skripsi mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) yang sekaligus menjadi ruang awal penjajakan kerja sama antara Fakultas Teknik dan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Pemaparan proposal skripsi tersebut tidak diposisikan semata sebagai forum akademik internal, melainkan sebagai wadah dialog antara mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan daerah. Tema-tema penelitian yang diangkat mahasiswa PWK berangkat dari isu-isu nyata di Kabupaten Boalemo, mulai dari perencanaan wilayah, pengelolaan ruang, hingga dinamika pembangunan kawasan. Dengan pendekatan ini, proses penyusunan skripsi diarahkan agar memiliki nilai guna yang lebih luas dan berpotensi menjadi masukan kebijakan bagi pemerintah daerah.
Melalui forum pemaparan proposal, mahasiswa dilatih untuk menyampaikan gagasan ilmiah secara sistematis dan argumentatif di hadapan audiens non-akademik. Kemampuan ini menjadi kompetensi penting bagi calon perencana wilayah dan kota, yang kelak akan berhadapan langsung dengan berbagai aktor pembangunan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kesiapan mahasiswa PWK Fakultas Teknik UNG dalam menjembatani analisis akademik dengan kebutuhan praktis di lapangan.
Dari sisi institusi, keterlibatan Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam kegiatan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis. Proposal-proposal skripsi mahasiswa dipandang tidak hanya sebagai karya ilmiah, tetapi juga sebagai potensi kajian awal yang dapat dikembangkan menjadi riset terapan atau rekomendasi kebijakan berbasis data dan analisis spasial. Sinergi ini memperkuat peran Fakultas Teknik sebagai mitra akademik pemerintah daerah dalam mendukung perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Fakultas Teknik UNG dalam mendorong pembelajaran kontekstual dan kolaboratif. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami realitas wilayah, berinteraksi dengan stakeholder, serta menghasilkan karya akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Dengan pola seperti ini, skripsi tidak lagi dipandang sebagai akhir studi semata, melainkan sebagai kontribusi awal mahasiswa bagi masyarakat dan pemerintah.