Gorontalo, 12 November 2025 — Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (PSR FT-UNG) menggelar Kuliah Umum bertema “Materialitas dan Pengetahuan Lokal Tempatan dalam Seni Rupa”. Kegiatan berlangsung di Ruang Galeri FT UNG dan dihadiri oleh sekitar 150 peserta, yang terdiri atas dosen, mahasiswa, pegiat seni rupa, serta peserta dari Manajemen Talenta Nasional (MTN). Hadir sebagai Narasumber utama adalah Heru Hikayat, kurator dari Selasar Sunaryo – Bandung.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Dr. I Wayan Sudana, M.Sn., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya jurusan dalam memperkuat wawasan mahasiswa tentang praktik seni kontemporer berbasis kearifan lokal. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memahami akar budaya dan nilai-nilai lokal dalam setiap proses kreatifnya” ujar Dr. Sudana. Ia juga menegaskan bahwa tema yang diangkat relevan dengan pengembangan rural arts yang menjadi Penciri (Difference Value) Program Studi Pendidikan Seni Rupa FT UNG. “Pengetahun dan praktik seni tradisional serta material lokal yang terdapat di wilayah-wilayah pedesaan merupakan potensi unggul dalam pengembangan seni rupa berbasis rural arts” tegasnya.
Sebelum penyampaian materi utama, acara diawali dengan pengantar Manajemen Talenta Nasional (MTN) oleh I Wayan Sri Yoga Parta, S.Sn., M.Sn. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan talenta di bidang seni rupa agar potensi mahasiswa dapat berkembang secara optimal dan terarah. Melalui program MTN, mahasiswa diharapkan mampu menyiapkan portofolio karya serta prestasi yang dapat mendukung karier profesional di masa depan.

Kurator seni rupa nasional Heru Hikayat sebagai narasumber utama, membahas pentingnya pemahaman terhadap materialitas dan pengetahuan lokal sebagai dasar dalam proses penciptaan karya seni. Ia menekankan bahwa praktik seni tidak hanya berbicara tentang bentuk visual, tetapi juga harus berakar pada nilai-nilai budaya, pengetahuan lokal, serta konteks sosial masyarakat tempat seniman berkarya. Baginya, Material bukan sekadar objek fisik tetapi juga kaya dengan nilai-nilai sosial, budaya, dan lingkungan.
Hal Menarik dalam sesi kuliah umum ini narasumber juga menampilkan sebuah materi film melalui tayangan video (tautan: https://youtu.be/NjyYs4DTp5I). Melalui film tersebut, Heru Hikayat memberikan penjelasan lebih konkret dan interaktif kepada peserta — memperlihatkan bagaimana material dan pengetahuan lokal diolah melalui proses kreatif menjadi beragam bentuk-bentuk karya seni rupa kontemporer yang unik dan inovatif. Eksplorasi material dan pengetahuan lokal memberi banyak peluang untuk karya-karya seni rupa yang tak terduga sebelumnya. Dari fenomena itu, diharapkan mahasiswa seni rupa mendapatkan inspirasi untuk menggunakan pendekatan serupa dalam proses penciptaan, guna menghasilkan karya-karya seni rupa yang tidak saja estetik, tetapi juga kontekstual dengan lingkungan alam dan budaya masyarakat.

Sesi kuliah umum dipandu oleh Dr. Isnawati Mohammad, S.Pd., M.Pd. sebagai moderator, yang mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Para peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber mengenai dinamika dunia seni rupa, proses kuratorial, serta tantangan seniman muda di era globalisasi, dan terutama bagaimana strategi dalam memanfaatkan pengetahuaa dan material lokal menjadi subjek karya yang estetik dan representatif.
Di akhir kegiatan, pihak panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Diharapkan, melalui kuliah umum ini, mahasiswa Seni Rupa FT UNG semakin termotivasi untuk mengembangkan karya seni yang kontekstual, kreatif, dan memiliki landasan kuat dalam mengolah pengetahuan dan material-material lokal menjadi karya seni rupa yang inovatif dan konteksual.