Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung transformasi digital sektor pelayanan publik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Gorontalo.
Melalui program bertema “Sosialisasi dan Pelatihan SP3A (Sistem Pembuatan Permohonan Peminjaman Alsintan) Berbasis Web,” mahasiswa menghadirkan solusi digital yang dirancang untuk mendukung prosedur peminjaman alat dan mesin pertanian (alsintan) secara lebih efektif, terintegrasi, dan modern.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 25 Mei 2026 dan menjadi bagian dari implementasi kemampuan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dalam menjawab kebutuhan nyata instansi melalui pengembangan sistem informasi berbasis web.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi administrasi peminjaman alsintan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan pencatatan berbasis kertas. Selain belum tersedianya katalog alsintan digital yang dapat diakses publik, proses administrasi manual juga dinilai kurang efisien dan belum relevan dengan kebutuhan birokrasi modern di era digitalisasi saat ini.
Menjawab kondisi tersebut, tim mahasiswa mengembangkan SP3A sebagai sistem informasi yang memungkinkan pihak dinas melakukan pengelolaan data alsintan secara terpusat, mulai dari proses input, perubahan, penghapusan, hingga pencatatan aktivitas peminjaman alat secara digital.
Melalui sistem ini, petani maupun penyuluh pertanian tidak lagi harus datang langsung ke kantor dinas hanya untuk memastikan ketersediaan alsintan yang akan dipinjam. Informasi mengenai alat yang tersedia dapat diakses secara fleksibel melalui sistem berbasis web yang telah dikembangkan.
Selain fitur peminjaman, SP3A juga dilengkapi dengan berbagai fitur pendukung, seperti layanan pengaduan kerusakan alat di lapangan, sistem pesan real-time, pengelolaan panduan penggunaan alat, dashboard monitoring peminjaman, hingga laporan administrasi yang dapat dipantau langsung oleh admin.
Sistem ini juga dirancang untuk mempermudah proses pendataan petani. Penyuluh pertanian dapat mendaftarkan data petani yang sebelumnya pernah melakukan peminjaman sehingga proses administrasi tidak perlu dilakukan berulang kali setiap pengajuan. Data seperti nama petani, kelompok tani, alamat domisili, hingga lokasi lahan dapat tersimpan secara terintegrasi dalam sistem.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan proses pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen bersama pihak dinas. Selanjutnya, tim mahasiswa melakukan analisis kebutuhan sistem, perancangan aplikasi, pengembangan sistem berbasis web, hingga implementasi aplikasi di lingkungan mitra.
Sebagai tahap akhir, mahasiswa melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi kepada pihak dinas dan pengguna sistem. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara pengoperasian sistem, pengelolaan data, hingga monitoring aktivitas peminjaman alsintan secara digital.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu memahami dan mengoperasikan aplikasi dengan baik. Kehadiran SP3A diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi, mempercepat akses informasi alsintan, serta mendukung tata kelola layanan pertanian yang lebih tertib, transparan, dan modern berbasis teknologi informasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Teknik UNG kembali menunjukkan kesiapan mereka dalam mengimplementasikan kemampuan teknis dan analisis sistem secara langsung di lapangan. Program ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan pengembangan aplikasi, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan stakeholder dan menghadirkan solusi digital yang relevan bagi masyarakat dan instansi pemerintah.