Gorontalo, Persma Akurat – Tiga organisasi mahasiswa, yakni HMPS Schediasi, Kelompok Studi Lingkungan Archipelago, dan LPM Akurat, menggelar pelatihan editing foto, video, dan desain grafis sebagai bagian dari program kerja Bidang 3 (Humas/Kominfo). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (11/02/2025) pukul 10.00 WITA dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan mahasiswa di bidang publikasi serta produksi konten kreatif di era digital.
Kegiatan dibuka oleh Ibu Mulyani Zahra Paramata, S.T., M.T yang dalam sambutannya menekankan pentingnya output dan impact dari setiap program kemahasiswaan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tidak hanya sebatas terlaksana, tetapi harus menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak nyata bagi program studi.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ketua Bidang 3 (Humas) dari Kelompok Studi Lingkungan Archipelago serta LPM Akurat. Pemateri memaparkan teknik dasar pengelolaan publikasi, penyusunan konten kreatif, serta strategi penyajian informasi yang efektif di media digital.
Memasuki sesi praktik, Ketua Bidang 3 HMPS Schediasi bersama anggota Bidang 3 HMPS Schediasi memberikan tutorial secara langsung. Peserta dipandu langkah demi langkah dalam proses pengeditan. Tutorial pembuatan flyer menggunakan Canva dibawakan oleh anggota Bidang 3 HMPS Schediasi, sementara pembuatan video menggunakan aplikasi CapCut dipandu langsung oleh Ketua Bidang 3 HMPS Schediasi.

Penanggung jawab kegiatan, Muh. Darren Khairullah Polapa, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Bidang 3 dari tiga ormawa.
“Ini adalah salah satu kegiatan program kerja dari Bidang 3 dari tiga ormawa yaitu bidang Humas dan Kominfo. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keterampilan para mahasiswa angkatan 2025, karena sekarang ini mereka lagi menghadapi kepanitiaan Dies Natalis. Jadi kami mengharapkan mereka bisa mempunyai keterampilan yang baik karena sudah dilatih bersama kami agar video-video atau flyer yang dihasilkan bisa memuaskan,” ujarnya.
Salah satu peserta, Aisyah Lisning Koniyo, mengaku sebelum mengikuti pelatihan pemahamannya terkait editing dan desain grafis masih terbatas.
“Sebelum mengikuti kegiatan ini, pemahaman saya tentang editing dan desain grafis masih terbilang kurang. Biasanya saya langsung menggunakan tools yang tersedia tanpa memahami istilah-istilah dalam editing maupun konsep dasar dari video yang saya buat. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa mendapatkan banyak ilmu baru, terutama terkait istilah-istilah dalam editing visual dan audio visual. Saya juga baru memahami bahwa flyer memiliki peran penting untuk menarik perhatian audiens terhadap informasi yang ingin disampaikan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, panitia memberikan tantangan kepada peserta untuk membuat video promosi program studi. Hasil karya tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai bagian dari publikasi kegiatan kemahasiswaan, dan video terbaik dari tantangan ini akan diunggah pada media sosial resmi program studi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan konten kreatif yang lebih terarah, informatif, dan profesional.