Gorontalo – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melakukan analisis dan perancangan pengembangan Sistem Informasi Aktivitas Pelayanan (SIAP) di BRMP Gorontalo. Penelitian ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan pemesanan bibit dan benih melalui penambahan fitur pembayaran yang terintegrasi di dalam sistem.
SIAP telah digunakan sejak Juli 2023 untuk membantu masyarakat mengakses sejumlah layanan BRMP Gorontalo secara digital. Salah satu layanan yang tersedia adalah pemesanan bibit dan benih secara daring. Namun, setelah melakukan pembayaran, pengguna masih harus mengirimkan konfirmasi secara manual melalui WhatsApp agar transaksi dapat diverifikasi oleh petugas.
Proses tersebut dinilai belum sepenuhnya efisien karena membutuhkan tahapan tambahan di luar sistem. Konfirmasi melalui aplikasi berbeda juga berpotensi menyebabkan keterlambatan verifikasi, pesan yang terlewat, maupun miskomunikasi antara pengguna dan petugas.
Untuk memahami kebutuhan pengembangan, mahasiswa melakukan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan pegawai BRMP Gorontalo. Dari kegiatan tersebut, tim mempelajari alur pemesanan, pembayaran, verifikasi transaksi, pengelolaan produk, dan pelayanan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil analisis, mahasiswa menyusun rancangan pengembangan SIAP berbasis web dengan fitur pembayaran terintegrasi. Melalui rancangan ini, pengguna dapat memilih bibit atau benih, melakukan pemesanan, dan menyelesaikan pembayaran langsung dalam satu platform tanpa harus mengirimkan konfirmasi melalui WhatsApp.
Data transaksi yang masuk dapat dikelola secara terpusat oleh petugas. Kondisi ini diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta memberikan informasi transaksi yang lebih jelas kepada pengguna maupun pengelola layanan.

Desain UI Proses pembelian bibit/benih
Rancangan sistem juga mencakup fitur pemantauan ketersediaan produk, pengecekan petugas yang sedang bertugas, notifikasi otomatis, serta informasi detail transaksi. Integrasi fungsi tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh kepastian mengenai ketersediaan bibit dan benih, perkembangan transaksi, serta status layanan yang sedang diproses.
Dalam proses perancangannya, mahasiswa menggunakan pendekatan Analisis dan Desain Berorientasi Objek dengan pemodelan Unified Modeling Language. Hasil penelitian meliputi use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan rancangan antarmuka pengguna sebagai acuan bagi pengembangan sistem pada tahap berikutnya.
Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menganalisis proses bisnis pelayanan publik berbasis pertanian. Selain mengasah kemampuan pemodelan dan perancangan sistem, mahasiswa juga belajar menggali kebutuhan pengguna, berkomunikasi dengan mitra, bekerja secara kolaboratif, dan menyusun solusi berdasarkan kondisi operasional yang ditemukan di lapangan.
Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi teknis bagi BRMP Gorontalo dalam mengembangkan SIAP menjadi layanan yang lebih terpadu. Apabila diterapkan, pembayaran terintegrasi dapat membantu mempercepat transaksi, meningkatkan transparansi pelayanan, dan mengurangi beban verifikasi manual yang harus dilakukan oleh petugas.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Sistem Informasi UNG turut memberikan gagasan bagi transformasi digital layanan pertanian. Rancangan yang dihasilkan menunjukkan bahwa penyederhanaan satu tahapan pelayanan dapat memberikan dampak terhadap kemudahan akses masyarakat, kepuasan pengguna, dan efisiensi pengelolaan layanan di BRMP Gorontalo.