Gorontalo – Keterlambatan mengembalikan buku tidak selalu terjadi karena mahasiswa sengaja mengabaikan batas waktu peminjaman. Tidak adanya pengingat membuat sebagian peminjam masih bergantung pada ingatan pribadi untuk mengetahui tanggal jatuh tempo. Persoalan tersebut mendorong mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo merancang Sistem Informasi Pengembalian Buku bagi UPA Perpustakaan UNG.
Kegiatan riset akselerasi ini dilakukan oleh Kelompok 6 sebagai kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi layanan sirkulasi perpustakaan. Berdasarkan observasi lapangan, sekitar 14 persen dari total peminjaman harian mengalami keterlambatan melewati masa pinjam selama tujuh hari.
Sebagai solusi, mahasiswa merancang fitur notifikasi otomatis yang dikirimkan dua hari sebelum tanggal jatuh tempo. Pemberitahuan tersebut diharapkan memberi waktu kepada mahasiswa untuk mempersiapkan pengembalian buku sekaligus mengurangi risiko keterlambatan dan penumpukan denda.
Sistem juga dilengkapi perhitungan denda otomatis sebesar Rp1.000 per hari untuk setiap buku yang terlambat dikembalikan. Otomatisasi ini membantu petugas memperoleh hasil perhitungan yang lebih konsisten serta mengurangi kemungkinan kekeliruan dalam pencatatan denda.
Antarmuka sistem menampilkan halaman login, dashboard yang merangkum data koleksi, anggota, peminjaman dan keterlambatan, serta halaman sirkulasi yang memuat detail peminjaman. Pada halaman tersebut, informasi pengingat H-2 ditampilkan secara jelas agar petugas dapat mengetahui buku yang mendekati batas waktu pengembalian.
Perancangan dilakukan menggunakan pendekatan Object-Oriented Analysis and Design dengan pemodelan Unified Modeling Language. Mahasiswa menyusun flowchart, use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram sebagai cetak biru sistem. Struktur data mencakup tujuh entitas utama, yaitu Anggota, Petugas, Buku, Peminjaman, Notifikasi, Pengembalian, dan Denda.

Tampilan Halaman Notifikasi Pengingat Pengembalian Buku H-2
Penyusunan rancangan didukung oleh UPA Perpustakaan UNG sebagai mitra riset. Pihak perpustakaan memberikan akses observasi pada meja sirkulasi, menyediakan informasi mengenai riwayat peminjaman dan ketentuan denda, serta membantu memvalidasi alur kerja agar sesuai dengan kondisi pelayanan yang berlangsung.
Tim terdiri atas Melinda A. Tolinggi sebagai ketua yang mengoordinasikan riset dan analisis kebutuhan, Andri Eno yang berperan dalam perancangan diagram UML, serta Khanza Khaylila Fasya Mbono yang menangani arsitektur data dan dokumentasi laporan.
Pada tahap tahun 2026, tim telah menyelesaikan blueprint analisis dan desain sistem, menyusun purwarupa logika pemeriksaan keterlambatan dan penghitungan denda, serta merampungkan sebagian besar laporan ilmiah. Rancangan ini menjadi dasar untuk pengembangan aplikasi berbasis web pada tahap berikutnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan pemodelan sistem, perancangan basis data, dan penyusunan logika aplikasi. Proses observasi dan kolaborasi dengan pengelola perpustakaan juga memperkuat kemampuan komunikasi, pembagian tugas, ketelitian, dan penyelesaian masalah berdasarkan kebutuhan pengguna.
Rancangan sistem diharapkan dapat membantu UPA Perpustakaan UNG membangun layanan yang lebih proaktif. Dengan pengingat sebelum jatuh tempo dan penghitungan denda otomatis, mahasiswa memperoleh informasi yang lebih jelas, sementara petugas dapat mengelola sirkulasi buku secara lebih tertib, efisien, dan akurat.