Informasi

  • Fakultas Teknik

Perkuat Jejaring Akademik Indonesia Timur, PWK UNG dan UNHAS Jajaki Kolaborasi Strategis

  • 13 Agustus 2026
  • 6 Views
  • By Admin
image

GORONTALO - Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar pertemuan dengan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Hasanuddin (UNHAS) untuk membahas rencana penguatan kerja sama akademik dan pengembangan kelembagaan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal kedua institusi dalam membangun kolaborasi yang lebih luas, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, pengelolaan jurnal ilmiah, serta pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen.

Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya pelaksanaan joint studio, program pertukaran mahasiswa, kerja sama pengelolaan jurnal, riset bersama, serta berbagai peluang pengembangan program studi ke depan.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan wilayah, khususnya pengembangan kawasan Indonesia Timur yang memiliki karakteristik dan tantangan perencanaan wilayah dan perkotaan yang beragam.

Ketua Program Studi PWK Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Ir. Sri Sutarni Arifin, menyampaikan apresiasi terhadap rencana kerja sama antara PWK UNG dan Departemen PWK UNHAS.

Ia menilai kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan program studi sekaligus membuka ruang pembelajaran yang lebih luas bagi mahasiswa.

Kami sangat mengapresiasi rencana kerja sama ini. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan memberikan dampak yang baik bagi pengembangan Prodi PWK UNG serta menambah wawasan dan pengetahuan baru bagi mahasiswa kami,” ujar Sri Sutarni Arifin.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan seperti joint studio dan pertukaran mahasiswa akan memberikan pengalaman akademik yang berbeda. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga berkesempatan memahami berbagai persoalan perencanaan wilayah dan kota melalui interaksi dengan lingkungan akademik yang lebih luas.

Kerja sama riset juga menjadi salah satu agenda penting yang dibahas. Kedua pihak melihat adanya peluang untuk mengembangkan penelitian kolaboratif yang berkaitan dengan isu pembangunan perkotaan, pengembangan wilayah, tata ruang, kawasan pesisir, infrastruktur, hingga berbagai persoalan strategis yang relevan dengan kondisi Indonesia Timur.

Selain itu, kolaborasi pengelolaan jurnal ilmiah diharapkan dapat memperkuat kualitas publikasi akademik. Kerja sama dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman dalam tata kelola jurnal, peningkatan kualitas artikel, penguatan jejaring reviewer dan editor, serta peningkatan kapasitas publikasi dosen dan peneliti dari kedua institusi.

Sementara itu, Ketua Departemen PWK Universitas Hasanuddin Dr. Eng. Ihsan, ST., MT menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen Departemen PWK UNHAS dalam memperluas jejaring akademik dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia Timur.

Melalui program ini, kami berharap dapat memperkuat eksistensi dan peran Universitas Hasanuddin, khususnya Departemen PWK, dalam menjalin kerja sama sekaligus memberikan dukungan kepada kampus-kampus yang ada di Indonesia bagian timur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antarkampus menjadi penting dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan wilayah dan perkotaan. Setiap daerah memiliki karakteristik, potensi, dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan perencanaan yang berbasis riset serta didukung sumber daya manusia yang kompeten.

Pertemuan antara PWK UNG dan PWK UNHAS tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan awal, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, institusi, serta masyarakat.

Melalui sinergi bidang pendidikan, joint studio, pertukaran mahasiswa, pengelolaan jurnal, dan riset bersama, kedua institusi diharapkan mampu memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan gagasan, inovasi, serta sumber daya manusia perencana yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan wilayah dan kota, terutama di kawasan Indonesia Timur.