GORONTALO, (FT.UNG.AC.ID) — Penguatan kualitas Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (FT UNG) tidak hanya bertumpu pada kapasitas dosen dan mahasiswa, tetapi juga ditopang tenaga kependidikan yang kompeten dan tersertifikasi. Capaian terbaru datang dari Nurfaisal Harun, S.T., M.T., MCE, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Laboratorium Teknik Industri FT UNG, yang berhasil menyelesaikan Uji Sertifikasi Kompetensi skema Petugas K3 Laboratorium berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Uji kompetensi tersebut dilaksanakan bersamaan dengan rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) IV Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI) dan Workshop Nasional, pada 27–29 Agustus 2026 di Lombok Raya Hotel, Mataram. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus jejaring profesional bagi pengelola laboratorium pendidikan dari berbagai institusi.
Dalam agenda tersebut, Nurfaisal tidak hanya mengikuti sertifikasi kompetensi. Ia juga tampil dalam bursa Pemilihan Ketua Umum PPLPI Periode 2026–2030, yang menunjukkan keterlibatan aktif tenaga kependidikan Fakultas Teknik UNG dalam organisasi profesi di tingkat nasional.
Rangkaian kegiatan dibuka oleh Direktur SDM Diktisaintek Kemdiktisaintek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., IPM., serta dihadiri Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., dan perwakilan Universiti Malaysia Terengganu (UMT).

Keberhasilan memperoleh kompetensi Petugas K3 Laboratorium BNSP menjadi capaian strategis bagi Laboratorium Teknik Industri FT UNG. Kompetensi tersebut memperkuat kesiapan laboratorium dalam menerapkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja, mulai dari identifikasi potensi bahaya, pengendalian risiko, hingga penguatan prosedur keselamatan dalam aktivitas praktikum maupun kegiatan akademik lainnya.
Bagi Program Studi Teknik Industri, keberadaan PLP dengan kompetensi khusus K3 Laboratorium juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pembelajaran yang aman dan berkualitas. Laboratorium bukan sekadar fasilitas pendukung praktikum, tetapi merupakan ruang akademik tempat mahasiswa mengembangkan keterampilan teknis, melakukan eksperimen, serta menghubungkan teori dengan praktik. Karena itu, kualitas SDM pengelolanya turut menentukan mutu layanan akademik yang diberikan kepada mahasiswa.
Kapasitas tersebut semakin diperkuat dengan kualifikasi Microsoft Certified Educator (MCE) yang sebelumnya telah dimiliki Nurfaisal. Kombinasi kompetensi pengelolaan keselamatan laboratorium dan kemampuan pemanfaatan teknologi pendidikan memperlihatkan pengembangan kapasitas PLP yang semakin relevan dengan kebutuhan pengelolaan laboratorium modern.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik UNG dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia pendukung akademik. Pengembangan kompetensi tenaga kependidikan melalui sertifikasi profesi diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penjaminan mutu, pengelolaan sarana pembelajaran, kesiapan akreditasi, serta peningkatan kualitas layanan bagi dosen dan mahasiswa.
Lebih jauh, keterlibatan Nurfaisal dalam bursa kepemimpinan PPLPI turut menunjukkan bahwa tenaga kependidikan Fakultas Teknik UNG tidak hanya mengembangkan kompetensi di lingkungan internal kampus, tetapi juga mulai memperoleh ruang rekognisi dalam jejaring profesi nasional.
Dengan capaian tersebut, Laboratorium Teknik Industri semakin diperkuat oleh SDM yang memiliki kompetensi terstandar. Bagi Fakultas Teknik UNG, prestasi ini menegaskan bahwa pembangunan fakultas yang unggul membutuhkan ekosistem yang kuat secara menyeluruh—mulai dari dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan yang profesional, kompeten, dan mampu membawa kualitas layanan akademik FT UNG terus berkembang.