Gorontalo – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo merancang sistem layanan permohonan daring berbasis Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat membuat akun, memilih jenis layanan, mengisi formulir, dan mengunggah dokumen persyaratan secara daring. Setelah permohonan dikirim, sistem memberikan notifikasi keberhasilan dan mencatat status pengajuan sebagai “menunggu verifikasi”.
Salah satu manfaat utama yang ditawarkan adalah kemudahan memantau perkembangan permohonan secara langsung. Pemohon dapat melihat riwayat dan perubahan status melalui dashboard tanpa harus datang berulang kali ke kantor hanya untuk menanyakan perkembangan berkas.
Di sisi petugas, seluruh permohonan dapat dikelola melalui satu dashboard terpusat. Petugas dapat memeriksa dokumen, memperbarui status, memberikan catatan terhadap berkas yang belum sesuai, serta mengunggah dokumen hasil layanan apabila permohonan telah disetujui.
Sistem juga menyediakan mekanisme pengajuan ulang bagi pemohon yang dokumennya masih perlu diperbaiki. Alasan penolakan dan dokumen yang bermasalah dapat dilihat secara jelas sehingga pemohon cukup memperbaiki berkas tersebut tanpa harus mengulang seluruh proses pendaftaran dari awal.
Rancangan antarmuka meliputi halaman login, dashboard pemohon, formulir pengajuan, riwayat permohonan, dashboard petugas, halaman verifikasi, dan menu pengajuan ulang. Seluruh halaman disusun dengan alur sederhana agar fungsi pengajuan, pemeriksaan, pemantauan status, dan pengunduhan hasil layanan dapat digunakan sesuai kebutuhan pemohon maupun petugas.

Desain antarmuka pemantauan permohonan di PTSP Kemenag
Apabila dikembangkan dan diterapkan, sistem ini berpotensi mengurangi antrean, mempercepat proses verifikasi, serta menekan kebutuhan masyarakat untuk melakukan kunjungan berulang. Bagi instansi, penyimpanan data secara terpusat juga dapat membantu menciptakan administrasi yang lebih tertib dan mudah ditelusuri.
Kegiatan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menganalisis proses pelayanan publik dan menerjemahkannya ke dalam rancangan sistem informasi. Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga mengasah ketelitian, kerja sama tim, komunikasi, dan kemampuan merumuskan solusi berdasarkan kebutuhan pengguna.
Melalui rancangan sistem PTSP berbasis web tersebut, mahasiswa Sistem Informasi UNG menunjukkan bahwa pembelajaran akademik dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata dalam pelayanan publik. Sistem yang diusulkan diharapkan menjadi salah satu langkah menuju tata kelola layanan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat.