Gorontalo – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melakukan penelitian terkait pengembangan fitur absensi aparatur desa pada Sistem Data Penyelenggara Pemerintahan Desa atau TEMARASA milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bone Bolango.
Penelitian ini berangkat dari pentingnya data kehadiran aparatur desa dalam mendukung kedisiplinan kerja dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Meskipun TEMARASA telah membantu pencatatan absensi secara lebih terstruktur, mahasiswa menemukan sejumlah kebutuhan yang masih dapat dikembangkan untuk memperkuat validitas data kehadiran.
Melalui observasi dan wawancara bersama pengelola sistem, diketahui bahwa data lokasi dan waktu absensi masih bergantung pada input pengguna. Sistem juga belum dilengkapi dokumentasi foto sebagai bukti bahwa aparatur desa benar-benar berada di lokasi ketika melakukan absensi.
Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa mengusulkan pengembangan fitur berupa foto selfie, validasi lokasi secara langsung menggunakan GPS, pencatatan waktu otomatis, riwayat kehadiran, dan pembuatan laporan absensi. Integrasi fitur tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat sekaligus mengurangi risiko kesalahan pencatatan maupun manipulasi kehadiran.
Salah satu hasil perancangan berupa prototipe Form Absensi Masuk yang menggabungkan informasi lokasi, waktu, foto selfie, dan catatan tambahan dalam satu halaman. Pengguna diwajibkan mengambil atau mengunggah foto sebelum menyimpan data, sementara status GPS dan lokasi absensi ditampilkan sebagai dasar verifikasi kehadiran.

Prototipe Form Absensi Masuk
Bagi DPMD Kabupaten Bone Bolango, rancangan tersebut dapat membantu proses pemantauan kehadiran aparatur desa secara lebih efektif. Data yang terekam berdasarkan identitas, waktu, dan lokasi juga dapat mempermudah penyusunan laporan serta memberikan informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan dalam evaluasi kedisiplinan kerja.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan kemampuan analisis kebutuhan dan perancangan sistem pada persoalan nyata di lingkungan pemerintahan. Interaksi langsung dengan pengelola TEMARASA turut memperkuat kemampuan mahasiswa dalam melakukan observasi, wawancara, bekerja dalam tim, dan menerjemahkan kebutuhan pengguna menjadi solusi teknologi.
Mahasiswa juga memperoleh pemahaman bahwa pengembangan sistem pemerintahan tidak hanya berhubungan dengan penambahan fitur. Setiap rancangan perlu mempertimbangkan kemudahan penggunaan, ketepatan data, keamanan informasi, serta dampaknya terhadap proses administrasi dan pelayanan publik.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan TEMARASA di DPMD Kabupaten Bone Bolango. Dengan fitur absensi yang lebih terverifikasi, sistem berpotensi mendukung pengelolaan kehadiran aparatur desa yang lebih efektif, transparan, dan mudah dipantau.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Sistem Informasi UNG tidak hanya memperkuat kompetensi teknisnya, tetapi juga turut menghadirkan gagasan digital yang relevan untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.