Informasi

  • Fakultas Teknik

Workshop Literasi Sejarah dan Pemahaman Pelestarian Artefak Peninggalan Sejarah di Kota Tua Kota Gorontalo Bersama Tim Peneliti Program Dana Indonesia

  • 23 Mei 2026
  • 67 Views
  • By Admin
image

Gorontalo, 13 Mei 2026 - Tim Peneliti Program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar kegiatan Workshop dan Pelatihan Penguatan Literasi Sejarah dan Pemahaman Pelestarian Kawasan Bangunan Bersejarah serta ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) bagi Generasi Muda di Kota Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis.

Workshop menghadirkan mahasiswa Jurusan Arsitektur dan Jurusan Sejarah dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Gorontalo, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian sejarah dan kawasan bersejarah di Gorontalo. Kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama untuk memahami nilai budaya yang tersimpan di balik bangunan dan kawasan bersejarah.

Pelaksanaan hari pertama berlangsung di kawasan Bele Ponuwa, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Pada sesi ini, peserta memperoleh materi mengenai literasi sejarah, pengenalan kawasan bersejarah, serta pemahaman dasar mengenai ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya).C:\Users\WINDOWS7\Downloads\WhatsApp Image 2026-05-20 at 7.25.52 PM.jpeg

Sementara itu, kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan studi lapangan di kawasan Kota Tua Gorontalo. Mahasiswa diajak untuk mengamati langsung bangunan dan lingkungan bersejarah sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana nilai sejarah dan identitas kawasan dapat tetap dijaga di tengah perkembangan kota yang cukup pesat. 


C:\Users\WINDOWS7\Downloads\WhatsApp Image 2026-05-20 at 7.20.02 PM (1).jpeg

Tim peneliti yang diketuai oleh Rosyid A. Azhar melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, salah satunya Nurnaningsih Nico Abdul, dosen Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG), bersama para arkeolog serta pemerhati sejarah dan budaya. Dalam kegiatan studi lapangan yang diikuti mahasiswa, seluruh anggota tim peneliti berperan aktif memberikan pendampingan dan materi terkait sejarah, arkeologi, serta pelestarian cagar budaya.C:\Users\WINDOWS7\Downloads\WhatsApp Image 2026-05-20 at 7.20.04 PM.jpeg

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai nilai sejarah dan pentingnya warisan budaya, tetapi juga didorong untuk menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutannya. Keterlibatan generasi muda menjadi aspek penting dalam upaya pelestarian kawasan bersejarah agar tetap dikenal, dimanfaatkan secara bijak, dan diwariskan kepada masyarakat pada masa mendatang.