Informasi

  • Fakultas Teknik

HMTI UNG Bawa Teknologi Biopori Langsung ke Rumah Warga Bulotalangi Timur

  • 02 September 2026
  • 46 Views
  • By Admin
image

Gorontalo — Mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan bahwa keilmuan yang diperoleh di kampus dapat diterjemahkan menjadi solusi sederhana yang bersentuhan langsung dengan persoalan masyarakat. Melalui Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), mahasiswa melaksanakan kegiatan Pembinaan, Pengembangan, dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (P3KM) di Desa Bulotalangi Timur pada 6–7 Juni 2026 dengan mengangkat tema “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik melalui Penerapan Teknologi Biopori di Desa Bulotalangi Timur.”

Kegiatan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah organik di lingkungan masyarakat melalui pendekatan edukasi yang dilanjutkan dengan penerapan teknologi tepat guna. Biopori dipilih karena relatif sederhana untuk diterapkan pada lingkungan rumah tangga dan dapat dimanfaatkan sebagai media pengelolaan sampah organik sekaligus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.

Pada hari pertama, HMTI UNG membangun pemahaman masyarakat melalui sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan pengenalan teknologi biopori. Dua materi disampaikan dalam kegiatan tersebut, yakni “Mewujudkan Lingkungan Bersih melalui Gerakan Bijak Mengelola Sampah” serta “Mengenal Sampah Organik dan Potensi Pengelolaannya.” Masyarakat diperkenalkan pada jenis dan karakteristik sampah organik, potensi pemanfaatannya, serta pentingnya membangun kebiasaan pengelolaan sampah mulai dari lingkungan rumah.

Edukasi tersebut kemudian diarahkan pada pengenalan biopori sebagai teknologi yang dapat dipraktikkan masyarakat. Mahasiswa memperkenalkan alat pengebor tanah bertenaga manusia, media yang digunakan, fungsi lubang biopori, hingga tahapan penerapannya. Pola kegiatan dibuat interaktif agar masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi memahami bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan sesuai dengan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.

Pengetahuan yang diperoleh pada hari pertama langsung diterjemahkan dalam praktik lapangan pada hari berikutnya. HMTI bersama masyarakat mendatangi lingkungan rumah warga untuk melakukan pembuatan lubang dan pemasangan media biopori. Mahasiswa memberikan contoh penggunaan alat pengebor tanah sekaligus mendampingi masyarakat selama proses penerapan berlangsung.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan P3KM karena masyarakat tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis. Warga dapat melihat prosesnya secara langsung dan memperoleh pengalaman menggunakan teknologi yang diperkenalkan. Dengan cara ini, penerapan biopori diharapkan dapat dilanjutkan secara mandiri setelah program mahasiswa selesai dilaksanakan.

Bagi HMTI UNG, kegiatan di Bulotalangi Timur juga menjadi ruang bagi mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik UNG untuk membawa kemampuan akademik keluar dari ruang perkuliahan. Mahasiswa belajar mengidentifikasi persoalan lingkungan, menyampaikan pengetahuan kepada masyarakat, memperkenalkan teknologi yang aplikatif, hingga mendampingi proses penerapannya secara langsung.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembelajaran Teknik Industri tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas industri dalam pengertian konvensional. Kemampuan melihat persoalan secara sistematis, mendorong efisiensi pemanfaatan sumber daya, serta merancang perbaikan proses juga dapat digunakan untuk menjawab persoalan yang ditemui dalam kehidupan masyarakat.

Melalui P3KM di Desa Bulotalangi Timur, HMTI berharap teknologi biopori yang telah diperkenalkan dan dipraktikkan dapat terus dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa Teknik Industri Fakultas Teknik UNG dalam menghadirkan pengetahuan dan teknologi yang sederhana, aplikatif, serta memiliki manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.