Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Kuliah Umum pada Senin, 24 November 2025 di Ruang Galeri FT UNG dengan tema “Penguatan Soft Skills Mahasiswa untuk Tantangan Dunia Kerja.” Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan profesional di era global.
Hadir sebagai narasumber, Abdul Rahman Imran, S.Km., M.Km., M.GPH, lulusan terbaik Griffith University, Australia Januari 2024, yang juga merupakan putra daerah asal Gorontalo. Dalam pemaparannya, Abdul Rahman mengajak mahasiswa untuk melihat soft skills sebagai fondasi penting dalam membangun kesiapan diri, terutama kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa Inggris.
Ia menyampaikan pesan mendalam tentang proses pembentukan karakter dan kesuksesan. Menurutnya, mahasiswa tidak boleh menilai seseorang hanya dari hasil akhirnya, tetapi harus melihat proses panjang yang dilalui.
“Jangan melihat orang dari hasilnya, tapi lihat dari prosesnya. Tidak ada sesuatu yang terjadi secara instan—selalu ada proses di balik itu. Membentuk diri bukan soal pencapaian semata, tetapi tentang bagaimana teman-teman menjalani proses jatuh bangun, belajar, trial and error. No matter how many times you fall, you have to get up. If you fall 10 times, you have to get up 20 times,” tegasnya.
Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Isnawati Mohammad, S.Pd., M.Pd. selaku moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan mendalam. Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan ruang dialog yang tercipta selama berlangsungnya sesi.
Kuliah umum ini dihadiri oleh sekitar 100 mahasiswa serta turut dihadiri oleh para dosen Jurusan Seni Rupa dan Desain sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas mahasiswa, baik dalam keterampilan akademik maupun nonakademik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin termotivasi untuk mengembangkan diri, membangun mental tangguh, dan siap bersaing menghadapi dunia kerja yang menuntut profesionalisme dan kemampuan adaptasi tinggi.