Berita

  • Jurusan Seni Rupa dan Desain

Dua Dosen Seni Rupa FT-UNG Raih Gelar Doktor Pendidikan Seni

  • 11 Agustus 2025
  • 68 Views
  • By Admin
image

Gorontalo — Setelah berjuang hampir lima tahun, akhirnya dua dosen Jurusan Seni Rupa dan Desain Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, yakni Dr. Isnawati Mohamad, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Mursidah Waty, S.Pd., M.Sn. meraih gelar Doktor Pendidikan Seni. Keduanya dikukuhkan sebagai Doktor setelah menuntaskan ujian tertutup dan ujian promosi pada 5 Agustus 2025 di Program Studi Doktor Pendidikan Seni Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ujian dipimpin Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum. dengan melibatkan lima penguji, yang menilai secara ketat kemampuan akademik dan substansi disertasi keduanya.

Disertasi Dr. Isnawati Mohamad, S.Pd., M.Pd mengangkat judul “Pemberdayaan Berbasis Gender Perajin Karawo Gorontalo”, yang mengkritisi peran strategis perempuan perajin dalam mempertahankan seni karawo dan meningkatkan kesejahteraan, yang sarat dengan ketimpangan gender: beban ganda, marginalisasi, subordinasi, dan stereotip kurang menjanjikan, dengan pemberdayaan atau pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek teknis tanpa menyentuh akar ketidakadilan struktural yang dialami perajin. Untuk mengatasi hal itu, ia menawarkan strategi pemberdayaan partisipatif dan kontekstual guna menjawab kebutuhan nyata perajin karawo perempuan Gorontalo.

Dr. Mursidah Waty, S.Pd., M.Sn. menulis disertasi berjudul “Transmisi Nilai pada Seni Karawo dalam Masyarakat Gorontalo: Perspektif Etnopedagogi”, yang mengungkap proses transmisi nilai-nilai kearifan lokal dalam seni karawo antargenerasi serta mengkaji potensinya sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di sekolah formal. Implikasi penelitiannya mengarah pada pentingnya perumusan kebijakan pendidikan yang mampu mengintegrasikan seni karawo sebagai bagian dari pendekatan etnopedagogi secara menyeluruh. Menurutnya, sinergi antarjalur pendidikan formal, in-formal, dan non-formal perlu diperkuat untuk menjaga keberlanjutan transmisi nilai-nilai lokal dalam menghadapi tantangan global.

Kehadiran dua doktor baru ini selaras dengan visi dan ciri khas Program Studi Pendidikan Seni Rupa FT-UNG, yaitu pengembangan kependidikan dan kekaryaan seni rupa yang unggul dan berdaya saing berbasis konsep rural arts bidang kriya dan seni murni, yang menempatkan seni-seni pedesaan dan kearifan lokal sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan teori dan praktik keilmuan. Kepakaran kedua doktor tersebut pada bidang pendidikan seni akan memperkuat ranah penelitian, pengabdian, dan pembelajaran seni rupa yang berorientasi pada pelestarian serta inovasi seni budaya lokal berbasis rural arts.

Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain FT-UNG, Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., yang hadir langsung pada pengukuhan tersebut menyatakan, bahwa keberhasilan ini tidak saja menambah jumlah dosen dengan kualifikasi akademik tertinggi, tetapi juga akan meningkatkan kualitas kinerja Program Studi Pendidikan Seni Rupa dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi dan memperkuat kapasitas kelembagaan. “Dengan bertambahnya doktor, kami optimistis daya saing program studi akan semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Pencapaian ini diharapkan menjadi energi baru bagi Jurusan Seni Rupa dan Desain Program Studi Pendidikan Seni Rupa FT-UNG dalam memperluas jejaring akademik, memperdalam kajian seni rupa berbasis budaya lokal, serta meneguhkan posisinya sebagai pusat pengembangan rural arts di kawasan timur Indonesia.

 


Dr. Isnawati Mohamad, S.Pd., M.Pd. usai sidang promosi doktor di UNNES (Foto: Jurusan Seni Rupa dan Desain FT-UNG)

Dr. Mursidah Waty, S.Pd., M.Sn. bersama tim penguji dan pimpinan sidang promosi doktor di UNNES (Foto: : Jurusan Seni Rupa dan Desain FT-UNG)