Kabar baik datang dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Proposal penelitian yang diajukan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui skema RIIM Ekspedisi resmi dinyatakan lolos untuk didanai. Kegiatan ini merupakan kolaborasi empat dosen Fakultas Teknik, yakni Dr. Mukhlisulfatih Latief, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi sebagai ketua tim penelitian, bersama Dr. Mursidah Waty, S.Pd., M.Sn. dari Program Studi Seni Rupa, Rahmat Taufik R.L Bau, M.Kom. dari Program Studi Sistem Informasi, dan Sri Nilawaty Lahay, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Sistem Informasi.
Kemenangan proposal ini tidak diraih secara instan. Tim peneliti terlebih dahulu melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang, mulai dari seleksi administrasi, seleksi substansi, hingga verifikasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang berlangsung sejak bulan Juni. Setelah melewati seluruh tahapan tersebut, tim akhirnya dinyatakan layak didanai dan pada hari ini menerima undangan resmi dari BRIN untuk menghadiri kegiatan kick off melalui Zoom sebagai penerima pendanaan RIIM Ekspedisi Gelombang IX. Undangan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian riset yang akan dilaksanakan dalam beberapa bulan ke depan.
Dalam proposal yang diajukan, tim mengusung tema besar mengenai pengumpulan motif tradisional di enam wilayah, yaitu Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Gagasan ini lahir dari kekhawatiran akan terjadinya degenerasi perajin di berbagai daerah serta derasnya arus modernisasi yang berpotensi menggeser keberadaan motif-motif tradisional. Banyak motif yang selama ini diturunkan secara lisan atau melalui praktik langsung di bengkel kerja perajin, mulai kehilangan generasi pelanjut dan terdorong ke pinggir oleh produk-produk modern yang lebih masif di pasar.
Melalui skema RIIM Ekspedisi ini, tim peneliti berupaya mendokumentasikan dan mengumpulkan motif-motif tradisional tersebut secara sistematis, baik dalam bentuk visual maupun metadata pendukung, untuk kemudian disusun menjadi sebuah dataset digital. Dataset ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk kepentingan riset lanjutan, pengembangan desain kreatif, pelestarian budaya, maupun integrasi ke dalam teknologi berbasis citra dan komputasi. Dengan adanya basis data yang terdokumentasi dengan baik, motif tradisional dari enam wilayah tersebut diharapkan tidak hanya terselamatkan dari risiko hilang, tetapi juga mendapatkan ruang baru untuk bertransformasi dalam konteks kekinian tanpa kehilangan identitas lokalnya.
Fakultas Teknik menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota tim atas kerja keras dan konsistensi mereka sejak tahap penyusunan proposal hingga dinyatakan lolos pendanaan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas program studi dan pendekatan interdisipliner mampu melahirkan gagasan riset yang kuat sekaligus relevan dengan isu strategis nasional, khususnya dalam bidang pelestarian budaya dan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Fakultas berharap, pelaksanaan RIIM Ekspedisi ini akan menjadi pijakan penting bagi pengembangan riset-riset serupa di masa mendatang dan menguatkan posisi Universitas Negeri Gorontalo dalam ekosistem riset nasional.