GORONTALO — Prestasi internasional kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Muhammad Ikhsan dari Program Studi D-IV Arsitektur Bangunan Gedung dan Risky Husain dari Program Studi S1 Arsitektur berhasil menempatkan karya bertajuk “KALA-REKA” sebagai pemenang penghargaan untuk kompetisi Taiwan International Student Design Competition (TISDC) 2026, tangkai architecture & lanscape design.
TISDC merupakan kompetisi desain mahasiswa berskala internasional yang didukung oleh World Design Organization (WDO). Pada 2026, kompetisi ini mengusung tema “Resilience” dan mencakup sejumlah kategori seperti Product Design, Visual Design, Digital Animation, Architecture & Landscape Design, serta Fashion Design.
Capaian tersebut menjadi semakin berarti karena kompetisi ini diikuti oleh ribuan karya dari berbagai negara. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim, sebanyak 22.427 karya terdaftar dari mahasiswa yang berasal dari 92 negara dan wilayah. Pada tahap seleksi awal, penilaian melibatkan 97 juri profesional dari berbagai negara, sedangkan tahap akhir melibatkan 35 juri dari 21 organisasi desain internasional.
Di tengah tingkat persaingan yang sangat ketat, karya KALA-REKA berhasil menembus jajaran pemenang. Karya ini mengusung pendekatan desain sirkular melalui tiga gagasan utama yaitu up-cycled, modular, dan independent. Pendekatan tersebut digunakan untuk merespons kebutuhan hunian yang adaptif sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
Sebelum berlaga di TISDC 2026, KALA-REKA terlebih dahulu mengikuti Sayembara Wakaf Desain Arsitektur Rumah Pasca Bencana Banjir Sumatera yang diinisiasi oleh Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat bersama Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara. Dalam ajang tersebut, karya ini terpilih sebagai salah satu karya terbaik pada Maret 2026.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa KALA-REKA tidak lahir sebagai gagasan yang sekali jadi. Karya ini telah melalui proses pengembangan, evaluasi, dan pengujian di berbagai forum kompetitif sebelum akhirnya dibawa ke panggung internasional.
Dalam proses penyusunannya, Muhammad Ikhsan dan Risky Husain dibimbing oleh Ar. Hasrul Nurliansyah, S.T., M.Ars., IAI, dosen Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo. Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam proses penguatan konsep, ketajaman desain, serta kesiapan karya untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Arsitektur FT UNG mampu membawa gagasan yang berangkat dari isu kebencanaan dan keberlanjutan ke dalam percakapan desain global. KALA-REKA tidak hanya menawarkan bentuk arsitektural, tetapi juga membawa pendekatan yang menekankan efisiensi material, fleksibilitas ruang, dan kemandirian sistem sebagai bagian dari respons terhadap kondisi pascabencana.
Bagi Fakultas Teknik UNG, capaian ini menjadi bukti bahwa proses akademik, pembimbingan, dan ruang kompetisi dapat saling menguatkan. Pengalaman mengikuti sayembara nasional hingga menembus kompetisi desain internasional memberikan pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kualitas karya secara konsisten.
Prestasi Muhammad Ikhsan dan Risky Husain diharapkan menjadi pemantik bagi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, khususnya di lingkungan Fakultas Teknik, untuk semakin percaya diri membawa karya ke berbagai kompetisi nasional dan internasional. Dari Gorontalo, gagasan KALA-REKA membuktikan bahwa karya mahasiswa daerah juga mampu berdiri sejajar dalam kompetisi desain dunia.