Informasi

  • Fakultas Teknik

Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Daerah: Kontribusi Dosen Teknik Sipil sebagai Tim Ahli pada Perencanaan DED Gorontalo Islamic Center

  • 15 April 2026
  • 67 Views
  • By Admin
image

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah kembali menunjukkan peran strategis dunia akademik dalam pembangunan daerah. Hal tersebut tercermin melalui keterlibatan dosen Jurusan Teknik Sipil sebagai tim ahli pada proses perencanaan Detail Engineering Design (DED) Gorontalo Islamic Center. Kehadiran para akademisi tidak hanya menjadi bentuk dukungan keilmuan, tetapi juga wujud nyata sinergi antara kampus dan pemerintah dalam menghasilkan perencanaan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

            Tim teknis dari Jurusan Teknik Sipil diketuai oleh Moh. Yusuf Tuloli, dengan anggota Kasmat Saleh Nur sebagai ahli struktur dan Fadly Achmad sebagai ahli geoteknik. Komposisi tim ini mencerminkan kebutuhan multidisiplin dalam penyusunan desain bangunan berskala besar, khususnya bangunan representatif yang direncanakan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat di Provinsi Gorontalo. Rapat pembahasan DED dilaksanakan pada Selasa, 14 April 2026, bertempat di Aula Rumah Dinas Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya yang juga menjabat sebagai Asisten II Pemerintah Provinsi Gorontalo. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan gagasan antara panitia pembangunan, konsultan perencana, dan tim teknis agar desain yang dihasilkan tidak hanya menarik secara arsitektural, tetapi juga memenuhi aspek keselamatan, efisiensi, dan kemudahan pelaksanaan konstruksi.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian tim ahli adalah pemilihan jenis fondasi bangunan. Lokasi pembangunan berada pada daerah aluvial di sekitar Sungai Bulango, yaitu wilayah yang terbentuk dari endapan muda hasil proses sedimentasi. Secara geoteknik, tanah aluvial umumnya memiliki tingkat kepadatan yang belum terbentuk sempurna serta daya dukung yang perlu dikaji secara cermat sebelum konstruksi dilaksanakan. Kondisi tersebut menuntut perencanaan fondasi yang tepat agar bangunan mampu berdiri stabil dalam jangka panjang.

            Tim ahli menekankan bahwa kondisi tanah setempat akan sangat memengaruhi soil structure interaction (fondasi dan tanah). Beban bangunan tidak hanya diterima oleh elemen fondasi, tetapi juga didistribusikan ke lapisan tanah di bawahnya. Apabila karakteristik tanah tidak dianalisis secara memadai, maka dapat muncul potensi penurunan diferensial, deformasi berlebih, hingga penurunan kinerja struktur bangunan. Oleh sebab itu, rekomendasi terhadap tipe fondasi harus berbasis data investigasi lapangan dan analisis teknis yang komprehensif.

            Selain persoalan daya dukung tanah, tim juga menyampaikan masukan penting terkait potensi likuefaksi. Berdasarkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi yang diterbitkan oleh Badan Geologi Kementrian ESDM, area di sekitar lokasi pembangunan berada pada zona kerentanan likuefaksi sedang. Likuefaksi merupakan fenomena berkurangnya kekuatan tanah jenuh akibat getaran gempa sehingga tanah dapat kehilangan kemampuan menahan beban. Untuk bangunan publik berskala besar seperti masjid raya, kondisi ini menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam tahap perencanaan.

            Pada aspek struktur atas, tim ahli juga memberikan koreksi dan masukan terhadap desain kolom bangunan serta balok bentang panjang. Penataan elemen struktur perlu mempertimbangkan kebutuhan ruang utama masjid agar area shalat tetap luas, terbuka, dan minim hambatan visual. Penggunaan balok bentang panjang harus diimbangi dengan analisis kekuatan, lendutan, serta efisiensi material sehingga ruang ibadah dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengurangi keamanan struktur. Tidak hanya itu, desain basement turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Keberadaan basement harus dirancang dengan memperhatikan kondisi muka air banjir, sistem drainase, serta metode konstruksi yang sesuai dengan karakteristik lokasi. Dengan perencanaan matang, basement dapat menjadi ruang pendukung yang fungsional sekaligus aman terhadap rembesan maupun pergerakan tanah.

            Secara umum, tim teknis yang dibentuk oleh pemerintah provinsi memiliki tugas utama membantu panitia pembangunan dalam memberikan masukan, telaah, dan koreksi terhadap desain yang disusun oleh konsultan perencana. Keterlibatan dosen teknik sipil dalam proses ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pembangunan Gorontalo Islamic Center dapat terwujud sebagai ikon daerah yang kokoh, aman, fungsional, dan membanggakan masyarakat Provinsi Gorontalo.