Program Studi Pendidikan Vokasional Konstruksi Bangunan (PVKB), Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menguatkan perannya dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo. Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah pelaksanaan Implementasi Kerja Sama antara UNG dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Kabupaten Boalemo dalam kegiatan Perencanaan Detail Engineering Design (DED) Pencegahan Erosi Lahan Pertanian Kabupaten Boalemo. Kegiatan ini merupakan turunan langsung dari Perjanjian Kerja Sama tingkat kelembagaan yang sebelumnya ditandatangani antara Fakultas Teknik UNG dan Dinas PUPR-PKP Boalemo sebagai langkah bersama dalam memperkuat kapasitas teknis dan inovasi berbasis keilmuan sebagaimana tertuang dalam Implementation Agreement (IA) no: 3256/UN47.B5/HK.07.00/2025 dan 02/SDA-PUPR.PKP/IA/XI/2025..
Pemerintah Kabupaten Boalemo menghadapi tantangan serius terkait erosi lahan pertanian, terutama pada daerah-daerah yang memiliki kemiringan lereng tinggi serta struktur tanah yang mudah tererosi. Kondisi ini tidak hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak pada stabilitas lingkungan dan tata ruang wilayah. Oleh karena itu, penyusunan DED pencegahan erosi menjadi kebutuhan mendesak sebagai dasar perencanaan pembangunan konstruksi terasering yang aman, efektif, dan sesuai kondisi geoteknik setempat. Dalam konteks inilah peran akademisi dan peneliti dari UNG menjadi sangat relevan untuk memberikan dukungan ilmiah berbasis data lapangan.
Pelaksanaan pekerjaan DED ini melibatkan dua dosen ahli dari PVKB UNG, yaitu Dr. Ir. Mohammad Yusuf Tuloli dan Dr. Ir. Fadly Achmad yang bertindak sebagai tim ahli perencana dan dibantu oleh tenaga laboran Ir. Abdul Kadir Djou, S.T. Keduanya bertugas dalam merencanakan terasering pada beberapa lereng yang tersebar di Kecamatan Tilamuta. Kegiatan lapangan meliputi survei topografi lereng, penyelidikan tanah (hand boring) di tiga desa, yaitu Desa Mohungo, Desa Lahumbo dan Desa Lamu di Kecamatan Tilamuta. Lokasi ini dipilih berdasarkan identifikasi lahan pertanian kritis dan kebutuhan penanganan erosi yang paling mendesak.
Survei topografi lereng dilakukan untuk memperoleh gambaran akurat mengenai kontur permukaan tanah, kondisi kemiringan, arah aliran permukaan, dan potensi pergerakan tanah. Data topografi sangat penting sebagai dasar perencanaan geometri terasering, menentukan ketinggian dan lebar teras, serta memperkirakan volume pekerjaan tanah yang diperlukan.
Selain survei topografi, penyelidikan tanah bor dilakukan pada beberapa titik strategis untuk mengidentifikasi karakteristik tanah penyusun lereng. Data geoteknik yang diperoleh meliputi klasifikasi tanah, sifat fisik. Informasi ini digunakan sebagai dasar analisis geologi dan kondisi tanah pembentuk lereng dan memastikan desain terasering dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Penyelidikan jenis tanah menjadi komponen penting karena tingkat erodibilitas tanah sangat mempengaruhi strategi mitigasi yang akan diterapkan.
Seluruh data lapangan selanjutnya diolah dan dianalisis menjadi dokumen DED yang memuat perencanaan teknis terasering, sistem drainase pengendali limpasan, serta rekomendasi pada lokasi-lokasi yang dianggap rentan. Pendekatan ilmiah ini memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek teknis tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kemudahan implementasi oleh pemerintah daerah.
Pada tanggal 22 Desember 2025, tim perencana PVKB-UNG melaksanakan pemaparan laporan akhir bertempat di aula Dinas PUPR-PKP Kabupaten Boalemo yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Boalemo bapak Lahmudin Hambali dan dihadiri para camat/sekcam se Kabupaten Boalemo, pegawai dinas PUPR-PKP Boalemo. Presentasi ini merupakan tahapan penting dalam proses verifikasi teknis, dimana hasil analisis, rancangan DED, serta rekomendasi implementasi disampaikan secara komprehensif kepada pemangku kepentingan. Dalam sesi ini, tim peneliti menjelaskan metodologi, hasil survei, model desain terasering, hingga perkiraan kebutuhan anggaran dan strategi pelaksanaan. Diskusi yang berlangsung konstruktif menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan setiap detail desain dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Kegiatan kerja sama ini tidak hanya berdampak pada penyediaan dokumen perencanaan untuk pemerintah daerah, tetapi juga memberikan nilai akademik bagi UNG. Implementasi kerja sama semacam ini menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara langsung, memperkuat kompetensi praktis, serta menghasilkan luaran terapan yang relevan bagi masyarakat.
Bagi prodi PVKB UNG, keterlibatan dosen dalam proyek teknis daerah merupakan bukti kontribusi nyata program studi dalam memajukan pembangunan infrastruktur berbasis keilmuan vokasional. Secara keseluruhan, kolaborasi antara PVKB-UNG dan Dinas PUPR-PKP Kabupaten Boalemo dalam penyusunan DED Pencegahan Erosi Lahan Pertanian menjadi contoh sinergi yang produktif antara dunia akademik dan pemerintah. Melalui kegiatan penelitian terapan, survei teknis, dan penyusunan desain berbasis data, upaya mitigasi erosi di wilayah pertanian Boalemo diharapkan dapat dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama semacam ini diharapkan terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.